PPP SUMUT BERGERAK BERSAMA RAKYAT--- Mau Dipublikasikan, Kami Harian_Indonesiapagi.Online Siap Hadir Untuk Anda. Terima Kasih. BUKTIKAN.....!---DIJUAL HP SECOND, MOBIL SECOND, DAN SEPEDA MOTOR SECOND MURAHHH....HUB:085837686014---MAU BERDISKUSI TENTANG JURNALIS, POLITIK DAN AGAMA HUBUNGI MAHASISWA S3 PPs UIN SUMUT SUASANA NIKMAT GINTING, MA DI NOMOR HP 081396100099---KESEHATAN ITU PALING UTAMA. JAGA KESEHATAN DENGAN MADU HITAM" SILAHKAN PASANG IKLAN BARIS ANDA DI SINI, HUB. Hp: 081396100099

Jumat, 13 Agustus 2021

Suasana Nikmat Ginting Raih Gelar Doktor

 

Teks foto : Dr. Suasana Nikmat Ginting, SHi, MA didampingi ayahnya Firdaus Ginting, ibu Nimpan Barus dan Istri Nurfadhilah Nasution, SPd., serta anaknya Hasna Azizah Ginting, Kemarin, usai promosi Doktor di kampus Pasca Sarjana UIN Sumut Medan.


Niat, Usaha & Doa
Kunci Sukses Raih Gelar Doktor


Medan, (IP) Untuk meraih gelar Doktor di UIN Sumatera Utara Medan, maka harus memiliki tiga poin penting yang harus dimiliki yaitu, Niat yang serius, Usaha yang kuat, dan Doa yg terus menerus.

"Dengan tiga poin itu, maka saya berhasil dengan baik menuntaskan program S3 UIN Sumut Medan dengan hasil sangat memuaskan," ujar Dr. Suasana Nikmat Ginting, MA, usai Promosi Doktor , di PPs UIN Sumut Medan, kemarin.

Suasana Nikmat Ginting adalah anak ke empat dari 6 bersaudara ini, merupakan anak dari muallaf Firdaus Ginting dan ibundanya Nimpan Barus menekankan pentingnya niat dalam berbagai hal, termasuk dalam mengenyam pendidikan program Doktor.
Sebab, jika tidak lurus dan duduk niatnya maka akan menjadi terputus.

" Niat kita mengambil program Doktor adalah karena ibadah sebagaimana dianjurkan dalam agama Islam. Untuk itu maka setiap langkah dan aktifitas kita akan menjadi ibadah ke depannya," ujar Suasana Nikmat Ginting.

Lalu, selanjutnya ada usaha, yaitu, bagaimana kita mendaftarkan diri masuk program Doktor dan memenuhi berbagai kebutuhan yg diperlukan saat menjalani pendidikan program Doktoral.

Walau memang diakui, Suasana Nikmat Ginting, persoalan ini harus banting tulang memenuhi kebutuhan pembiayaan selama pendidikan. " Di sinilah sesungguhnya pepatah yang sering diungkapkan di balik kesuksesan suami ada peran istri yang sangat besar.  Dan itu saya akui dengan tulus. Baik moril maupun materil peran istri dan anak sangat luar biasa" ujar Ginting.

Bahkan menurut Suasana Nikmat Ginting, dengan keterbatasan dana pendidikan yang ada,  harus berani 'gali lubang tutup lubang'. Tetapi itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya dalam menuntaskan program Doktor ini" ujarnya 

Pernah disampaikan Suasana Nikmat Ginting saat berdiskusi dengan rekan rekannya, jika mereka sama menyelesaikan program Doktoral. Tetapi dirinya merasa berbeda, sebab mereka rekannya menyelesaikan studi begitu mudah dengan fasilitas dari orang tua, kantor ataupun fasilitas yang lain. Tetapi dia memang harus berjuang sendiri dengan kemandirian, semangat yang pantang surut, serta tidak mengenal lelah dalam berusaha.

Dan poin yang paling penting sekali lanjut Suasana Nikmat Ginting,  adalah Doa, yaitu, doa kedua orang tua dan keluarga termasuk doa di saat malam yg sunyi.

Menurut Gunting , ada juga didapati di dalam realita, rekan, senior Ginting yang mengambil program Doktor harus gagal dan Drop Out (DO), padahal jika dilihat dari finansial , kemampuan lebih tetapi ternyata tidak sanggup menuntaskan hingga meraih gelar Doktor.

" Kalau saya tidaklah orang kaya, bukanlah pintar sekali, dan bukanlah anak pejabat tetapi dengan tiga modal yaitu , Niat, usaha dan Doa maka Alhamdulillah bisa meraih gelar Doktor pendidikan yang ke 412 di PPs UIN Sumut Medan" ujar Suasana Nikmat Ginting yang juga merupakan jurnalis Mimbar Umum ini.

Menurut Ginting, dia merupakan seorang Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT) Alhikmah Tebingtinggi, sejak 2012 hingga saat ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak Yayasan dan Ketua STIT Alhikmah Tebingtinggi Marapinta Harahap dan Dr.  Dicki Padli Pardede, MA.

Dukungan ini juga merupakan semangat yg menjadi kekuatan dalam menyelesaikan program Doktoral di PPs  UIN Sumut Medan.
" Bagi saya meraih gelar Doktor ini adalah bukan final. Tetapi menjadi kekuatan untuk lebih bisa maksimal di dalam pengabdian kepada umat bangsa dan negara. Dan gelar Doktor ini saya hadiahkan kepada khususnya ke dua orang tua saya yang berjuang dalam jalan Allah sejak mereka muallaf hingga saat ini," ujar Suasana Nikmat Ginting, yang juga Ketua Asosiasi Jurnalis Alumni UIN Sumut ini.

Dia pada kesempatan ini berpesan kepada semua anak anak muda, khususnya anak muallaf yang berasal dari Karo, jangan pernah takut dan gentar dalam meraih cita cita . Karena semua keinginan dan cita cita kita  akan dimudahkan dan dibantu oleh Allah Subhana Wata'ala." Pasang niatmu yang  kokoh karena Allah, maka, yakinlah semua usaha yang akan dilakukan akan sampai dengan kebahagiaan," ujar Suasana Nikmat Ginting.(gnt)


Jumat, 06 Agustus 2021

KKN UIN Sumut, Nonton Bareng Edukasi Gadget Remaja

KKN UIN Sumut, 

Nonton Bareng Edukasi Gadget Remaja




Medan, (IP)- Kelompok 218 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Mengadakan Nonton Bersama Guna Memberikan Edukasi Penggunaan Gadjet untuk Kalangan anak-anak dan remaja di Lingkungan 1 Kelurahan Bahari Kecamatan Medan Belawan, Sabtu, (24/7/).

 Zaman sekarang, semua kalangan sudah mengenal gadjet dari anak-anak hingga dewasa . Oleh sebab itu, kelompok KKN 218 UIN- Su mengadakan kegiatan nonton bersama guna memberikan edukasi penggunaan gadjet untuk kalangan anak-anak dan remaja di lokasi tersebut. 

Nonton bersama yang diadakan kelompok KKN 218 UINSU di sambut hangat oleh masyarakat setempat karena bagi mereka pemberian edukasi seperti itu sangat lah penting guna meningkatkan pengetahuan anak-anak dan remaja tentang dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dalam penggunaan gadjet di zaman sekarang.

Kelompok 218 UINSU juga tidak lupa menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan juga memakai masker.

Menurut Surya Ayu Lestari yang merupakan warga setempat dan juga merupakan salah satu anggota kelompok KKN 218 UINSU  bahwa “ para orang tua tidak terlalu peduli dengan penggunaan gadjet pada anak anak mereka, sehingga pemanfaatan gadjet bagi anak-anak di Lingkungan I belawan bahari menjadi tidak terlalu berpengaruh. 

Menurutnya, anak-anak di daerah tersebut menggunakan gadjet hanya untuk bermain game, tik tok, facebook dll. Bahkan, baru baru ini terjadi anak SMP berkenalan melalui facebook dan ternyata anak SMP itu dibawa lari oleh kenalan tersebut.

Tujuan kelompok KKN 218 mengadakan kegaiatan ini adalah guna memberikan pemahaman mengenai pengertian teknologi, perkembangan teknologi. Fungsi teknologi, memahami dampak positif dan negative dari teknologi. 

Kelompok KKN 218 UINSU menyampaikan materi tersebut melalui nonton bareng dengan menampilkan PPT yang berisi tentang dampak positif dan negative serta solusi untuk menghindari dampak negative dari penggunaan gadjet. 

Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak dan remaja lebih pandai dalam penggunaan gadjet baik dari segi moralis dan agamis sehingga dapat menciptakan karakter yang baik dan mempunyai akhlakul karimah. (GNT)



Kamis, 15 Juli 2021

Tafsir Al Wasi'

 Tafsir Al Wasi' Mazhab Islam Transitif

Model Tafsir Milenial Era Revolusi Industri 4.0

By: Suhairi Ramadhan

 Alquran adalah petunjuk bagi manusia khususnya kepada mereka yang beriman. Akan tetapi petunjuk yang diturunkan Allah melaluli Malaikat Jibril itu tidak hanya menjadi nilai nilai normatif an sich, tapi juga sekaligus harus sampai pada realisasi nilai nilai empiris.  Selama ini mayoritas umat, termasuk para akademisi, ulama dan para ustaz dan ustazah, hanya menjadikan Alquran sebatas petunjuk nilai normatif semata sehingga melupakan nilai nilai empiris.


Padahal jika mengutip pandangan intelektual Islam Amin Abdullah dari Indonesia dan atau Fazlur Rahman dari Pakistan bahwa ajaran Islam itu terkait dengan hal hal yang bersifat normatifitas dan historisitas yang berkelindan dalam satu tujuan dan tak terpisahkan antara satu dengan lainnya. Satu sisi normatif akan berpengaruh terhadap empirisitas, demikian juga realitas empiris dapat mempengaruhi sisi normatifitas. Karena itu, menjadi satu pertanyaan besar mengapa umat justru meninggalkan nilai-nilai empiris dari Quran? Kemudian terperangkap dalam nilai nilai normatifitas semata. Padahal Alquran diturunkan Allah menjadi rahmat dan petunjuk kepada seluruh alam, agar dapat tertata dan berjalan sesuai dengan sunnatullah yang yang seharusnya dimaksimalkan oleh umat.


Tentu semua itu bukanlah tanpa sebab. Salah satu musabab yang cukup menarik dan menjadi atensi dengan lahirnya Tafsir Al Washi’ Islam Transitif ini adalah menggagas adanya profesionalitas keilmuan dalam menafsirkan ayat ayat Alquran, sebab ketika ayat tersebut ditafsirkan oleh mufassir yang tidak punya ilmu sesuai dengan inspirasi keilmuan yang terdapat di dalam ayat ayat tersebut. Bagaimana pula dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan? Dan bagaimana kita bisa mengharapkan munculnya perubahan dan temuan temuan baru dari inspirasi Al-Qur'an. Tentu saja ayat ayat Alquran hanya sebatas keperluan religiusitas semata.  Memang Kitab suci ini tidak akan dapat dipahami isi dan kandungan yang ada di dalamnya, tanpa jasa besar yang dilakukan para mufasir terdahulu karena mereka telah memiliki syarat syarat keilmuan sebagai seorang mufassir. Hanya yang menjadi pertanyaan apakah para mufassir yang ada sejak dulu hingga sekarang memiliki ratusan keilmuan yang diinspirasi kan oleh Al-Qur'an? Bagaimana mungkin bisa kita menerima penafsiran seorang mufassir yang mungkin hanya menguasai 15 jenis atau cabang ilmu yang telah menjadi syarat bagi seorang mufassir ketika mufassir tersebut menafsirkan ayat ayat di luar keilmuan nya. Sudah lazim diketahui atau dimaklumi masyarakat bahwa mufassir itu harus menguasai ilmu ilmu yang berkaitan dengan Alquran, hadis, kaidah bahasa Arab, ilmu Nahu, ilmu Syorof, Balaghah dan lain sebagainya.


Artinya dimensi keilmuwan yang dimiliki oleh para mufassirin terdahulu tersebut sepertinya lebih kuat kepada keilmuan keilmuan yang bersifat normatif atau biasa juga disebut ilmu ilmu keagamaan. Pengaruh inilah yang ikut memberikan andil umat Islam terjebak pada nilai normatifitas Alquran bukan empirisitas atau historisitas Alquran dalam kehidupan, sehingga tanpa disadari selalu terjadi perbedaan pendapat dalam beberapa hal ide dan gagasan. Berbeda kalau sudah dalam bentuk empirik, maka perdebatan  akan tereliminir atau terhindari karena fokus kita sudah berubah pada aktivitas, produktifitas dan barang jadi. 

Dengan demikian kondisi umat tidak hanya fokus pada religiusitas semata akan tetapi juga pasti akan lebih bersemangat untuk berkompetisi termasuk bersemangat untuk memainkan partisipasi dalam kehidupan global.

Jadi umat tak usah lagi terperangkap dalam perdebatan perdebatan yang selama ini terus berkepanjangan misalnya berdebat mengenai beberapa cabang soal fikih,  misalnya doa qunut, kulit hewan qurban, wirid Yasin dan lain-lain.


 Karenanya kehadiran Tafsir Al Washi’  Islam transitif ini mencoba untuk menggagas agar penafsiran Alquran itu tidak hanya  fokus pada sesuatu yang bersifat normatifitas an sich, melainkan dapat keluar menggali potensi empirisitas yang cukup banyak disampaikan Allah dalam Alquran. Tentunya kajian tafsir empirisitas ini berbasis pada berbagai disiplin keilmuwan eksak, sains dan teknologi. Karena itu, gagasan baru inilah yang harus dikembangkan dari inspirasi yang ada dari ayat-ayat Alquran dimaksud. Agar umat Islam tidak hanya menjadi konsumen atau penonoton, tapi dapat menjadi aktor utama untuk melahirkan barang yang akan mempermudah manusia menjalani kemajuan zaman sesuai dengan realitas peradaban umat manusia. Dan itu semua diperoleh bukan dari ayat bersifat normatifitas belaka, melainkan dari inspirasi ayat-ayat empirisitas yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.


 Untuk itulah umat Islam khususnya kepada para ahli, akademisi dan intlektual Muslim untuk segera mengalihkan pandangan pada aspek yang sangat penting ini yang sekian lama ditinggalkan umat Islam tersebut yakni aspek empirik nilai Alquran. Nilai ini diyakini akan melahirkan kompetisi umat untuk mlahirkan benda-benda yang akan sangat membantu kehidupan umat manusia di segala zaman.




Kamis, 27 Mei 2021

21 DPC Deklarasi Dukung Jafaruddin Harahap


Teks foto: Deklarasi Jafaruddin Harahap didukung 21 DPC PPP se- Sumut , Thempark Pantai Cermin, Kamis (26/5)

Hari Ini, Muswil PPP Sumut, 21 DPC Deklarasi Dukung Jafaruddin Harahap

Sergai, (IP)-Tepat sehari sebelum perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII PPP Sumatera Utara (Sumut), sebanyak 21 DPC  PPP kabupaten/kota se-Sumut mendeklarasikan diri mendukung Jafaruddin Harahap menjadi Ketua DPW PPP Sumut masa bakti 2021-2026.


Pernyataan deklarasi itu dilaksanakan pada Kamis (27/5/2021) malam WIB di Meeting Room Theme Park Resort Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).


Ke-21 DPC kabupaten/kota se-Sumut yang mendeklarasikan diri itu adalah, Medan, Deli Serdang, Sergai, Tebing Tinggi, Simalungun, Siantar, Tanjung Balai, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Padang Sidempuan, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Sibolga, Samosir, Langkat, Binjai dan Karo. 


Pembacaan deklarasi yang dipandu oleh Ketua DPC PPP Deli Serdang,Ir Waluyo Hadi itu kemudian ditandatangani oleh para Ketua dan Sekretaris DPC masing-masing. Dilanjutkan pernyataan bai'at yang dipimpin oleh Ketua DPC Tebing Tinggi, Syahbuddin Abduh Hasibuan. 


Dalam deklarasi itu, ke-21 DPC menyatakan mendukung dan memilih Jafaruddin Harahap sebagai Ketua DPW PPP Sumut masa bakti 2021-2026 pada Muswil VIII PPP Sumut. Selanjutnya, mengamanahkan kepada Jafaruddin Harahap untuk memilih dan menentukan Tim Formatur pada Muswil VIII tersebut. 


Usai deklarasi, Jafaruddin Harahap mengatakan, dirinya sangat terharu dan mengucapkan terimakasih kepada ke-21 DPC PPP yang telah menyatakan dukungan kepadanya. 


Anggota DPRD Provinsi Sumut itu menambahkan, bahwa perhelatan Muswil VIII PPP Sumut bisa menjadi momentum kebangkitan dan kemenangan PPP di Sumut. 


Dia berharap, ke depan seluruh kepengurusan PPP di Sumut dari mulai DPW, DPC, PAC hingga Ranting dapat menjaga kekompakan. Sebab menurutnya, kekompakan merupakan modal awal dalam memenangkan partai di Pemilu 2024.


Muswil VIII PPP Sumut sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Mei 2021 di Hotel Grand Mercure, Medan. Muswil yang akan dibuka oleh Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa itu akan memperebutkan 37 suara dari para pemilik suara yang terdiri dari perwakilan DPW, DPC kabupaten/kota dan organisasi sayap partai.(GNT)

Selasa, 18 Mei 2021

Muswil DPW PPP Sumut ke VIII Akan Dibuka Ketum Suharso Monoarfa

 


Teks Foto: Sekretaris Panitia Muswil ke VIII DPW PPP Sumut Jonson Sihaloho mewakili Ketua Panitia OC Nuzirwan Bahri Lubis , Wakil Ketua SC Mursal Harahap, M.Kom.i dan panitia lainnya Suasana Nikmat Ginting, MA, M Saleh Tanjung dan Fitri Siswaningsih kepada wartawan, Selasa (18/5) di Kantor DPW PPP Sumut.IST


Muswil ke VIII DPW PPP Sumut Digelar 28-29 Mei dan Dibuka Ketua Umum DPP PPP Suharso Manoarfa 

MEDAN, (IP)-Ketua Umum DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Dr Ir Suharso Manoarfa dipastikan akan hadir membuka Muswil (Musyawarah Wilayah) ke VIII DPW PPP Sumut yang digelar pada 28 - 29 Mei 2021 di Hotel Grand Mercure Medan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Panitia Muswil ke VIII DPW PPP Sumut Jonson Sihaloho mewakili Ketua Panitia OC Nuzirwan Bahri Lubis , Wakil Ketua SC Mursal Harahap, M.Kom.i dan panitia lainnya Suasana Nikmat Ginting, MA, M Saleh Tanjung dan Fitri Siswaningsih kepada wartawan, Selasa (18/5) di Kantor DPW PPP Sumut.

"Muswil yang dilaksanakan dengan menerapkan  Prokes (Protokol Kesehatan) Covid-19 secara ketat ini akan diikuti 37 peserta yang memiliki hak suara, yang terdiri dari 33 DPC PPP se-Sumut ditambah tiga utusan fraksi dan satu suara dari sayap partai, yakni GPK, AMK dan GMPI," ujar Jonson yang juga merupakan Bendahara DPW PPP Sumut.

Ditambahkan Jonson, pemilihan Ketua DPW PPP Sumut priode 2021-2026 ini dilaksanakan dengan sistem formatur yang terdiri dari 7 orang, yakni satu orang dari DPP, satu orang dari DPW dan lima  orang dari DPC. 

"Formatur inilah nantinya yang menentukan  Ketua DPW PPP Sumut. Hal ini sejalan dengan pedoman organisasi yang jauh dari intrik-intrik politik, sesuai dengan budaya PPP yang agamais serta tetap mengedepankan kesejukan dan persatuan," ujarnya.

Ditambahkan politisi muda ini, seluruh persiapan Muswil sudah rampung, termasuk pengamanan yang akan melibatkan organisasi sayap partai, yakni GPK (Gerakan Pemuda Ka'bah), AMK (Angkatan Muda Ka'bah) dan GMPI (Generasi Muda Pembangunan Indonesia).

Berkaitan dengan itu, Jonson memohon dukungan dan doa para ulama, kader, simpatisan partai beserta masyarakat luas agar Muswil VIII ini berjalan dengan lancar, demi suksesnya pemilihan Ketua DPW PPP Sumut lima tahun ke depan.

Menyinggung calon kuat Ketua DPW PPP Sumut, Jonson menjelaskan, dari informasi yang berkembang,  sejauh ini ada dua kandidat yang akan "bertarung" merebut orang nomor satu di partai berlambang Ka'bah ini, yakni H Yulizar Parlagutan Lubis dan Jafaruddin Harahap.

"Yulizar Parlagutan Lubis saat ini menjabat Ketua DPW PPP Sumut dan Jafaruddin Harahap menjabat salah satu Ketua DPP PPP, Sekretaris DPW PPP Sumut dan anggota DPRD Sumut. Keduanya kader terbaik PPP Sumut yang diyakini bisa membawa PPP lebih besar menuju Pemilu 2024," ujarnya. (GNT)


Minggu, 18 April 2021

 Ramadhan MW Kahmi Sumut Bahas Moderasi Beragama



Medan, (IP)-  Sikap moderasi harus tetap dibangun sehingga stigma terkait berbagai gerakan yang bersifat radikal, inteloren dan berbagai tindakan yang bersifat kontraproduktif lainnya hilang.

Hal ini terungkap dalam diskusi Majelis Wilayah Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (MW KAHMI Sumut) bertajuk Tadarusan Ramadhan secara daring, Sabtu (17/4/2021).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Pusat Study Pengembangan Kajian Islam MW KAHMI Sumatera Utara.
Tadarusan Ramadan kali ini mengambil tema tentang Hubungan dan Nilai Ramadan dalam membangun Moderasi Beragama.

Hadir dalam diskusi daring sebagai narasumber Ketua Umum MW KAHMI Sumatera Utara H Rusdi Lubis SH MMA dan Ketua Majelis Pakar KAHMI Sumatera Utara Prof Dr H Syahrin Harahap MA.

“Ramadhan hadir sebagai sebuah momentum pertautan seluruh nilai-nilai humanistik umat Islam, nilai kepedulian sosial, kesabaran dan keikhlasan, menjadikan Ramadan sebagai penguatan nilai-nilai universal tersebut,” ujar Rusdi.

Dia menambahkan, Ramadhan merupakan bulan keberkahan untuk menebarkan rasa empati pada setiap pribadi dan kelompok.

Sementara, Prof Syahrin Harahap menambahkan, nilai-nilai humanistik ini terbangun dalam spirit Ramadan, saling menghargai, saling menghormati dan saling memahami di antara sesama anak bangsa.

“Semangat Ramadan berbanding lurus dengan semangat keberagaman yang terus di bangun bangsa ini, menuju ke arah yang memiliki nilai-nilai persatuan, persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

Menahan egosentrisme

Syahrin yang juga Rektor UIN Sumut, menamnahkan moderasi beragama dalam konteks Ramadhan menahan egosentrisme baik secara personal maupun kelompok. Sikap saling menghargai inilah makna hakiki yang tersirat dalam pesan Ramadan.

“Umat Islam dan bangsa Indonesia, sebagai sentraline perubahan dalam masyarakat dunia itu, harus memiliki kemampuan dalam penguasaan teknologi, industri dan militer. Karena ketiga unsur menjadi bagian tidak terpisahkan dalam percaturan global,” tambahnya.

Ketiga unsur penentu perkembangan peradaban global, menjadi syarat mutlak perubahan tata kelola kebijakan secara universal, sehingga adaptasi percepatan perubahan ini menjadi sebuah keharusan.

Tadarusan Ramadhan dipandu Direktur Pusat Studi Pengembangan Islam MW KAHMI Sumatera Utara Dr H Anshari Yamamah MA sebagai moderator.

“Insya Allah kegiatan Tadarusan Ramadhan ini akan diselenggarakan secara periodik selama Ramadan dengan materi dan narasumber yang berbeda, terkait topik Puasa dan implementasi sosial, baik tinjauan dalam aspek ekonomi, sosial, pendidikan budaya, hukum dan politik,” kata Imam Besar Mazhab Islam Transitif ini.(GNT)


Senin, 30 November 2020

Jonson Sihaloho Terpilih Sebagai Ketua GPK Sumut

 

Teks Foto: Ketua GPK Sumut Jonson Sihaloho, SH.i pada orasi politik, usai terpilih pada acara Muswil ke- II GPK Sumut, di Asrama haji Medan. Foto: Suasana Nikmat Ginting

Jonson Sihaloho Terpilih Sebagai Ketua GPK Sumut

“Siap Bawa Suara Terbesar Millineal Untuk PPP”

Gubsu: GPK Organisasi yang Disegani

Medan, (IP)- Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jonson Sihaloho, Shi menegaskan akan  membawa suara generasi muda Millineal untuk memenangkan PPP pada pemilu 2024.

Keinginan untuk merekrut suara terbanyak kaum millineal ini  pada pemilu 2024, menurut Jonson Sihaloho akan diikiuti oleh kebijakan dan langkah- langkah strategis yang akan dilakukan GPK Sumut di bawah kepemimpinannya ke depan.

“ Kita akan segera melakukan konsolidasi secara masif dan terstruktur di seluruh kabupaten/kota Se Sumut. Serta akan memberikan ruang yang besar bagi kaum millineal dalam kepengurusan” ujar Jonson Sihaloho, saat memberikan orasi politik, pada acara penutupan Muswil ke II, GPK Sumut, di Asrama Haji Medan, Minggu (29/11).

Selain itu, lanjut Jonson yang juga merupakan Bendahara PPP Sumut ini, bahwa tugas ke depan dalam menatap pemilu 2024 sangat berat. Untuk itu, maka yang diperlukan adalah bagaima mempersiapkan segala sesuatunya, dengan membuktikan kinerja ke depannya. Dan dia berkomitmen segera membentuk GPK di seluruh kabupaten Kota se-Sumut.

“kita berharap doa semuanya agar ke depan berhasil membawa suara millinieal ke  depan untuk kemenangan PPP pada pemilu 2024” ujar Jonson yang juga alumni UIN Sumut Medan ini.

Hadir  pada acara Muswil ke- II GPK Sumut, Ketua PP GPK H Andi Surya Ghalib SH MM, Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, M.Psi, dan Gubsu H. Edy Rahmayadi.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, saat memberikan sambutan menegaskan, bahwa GPK ini pada awal pendiriannya merupakan organisasi yang ditakuti dan disegani. Hal tersebut disebabkan, keberanianya untuk membela kebenaran pada masa itu.  

Untuk itu, Gubsu mengharapkan agar GPK bisa kembali menjadi organisasi besar dan ditakuti di dalam memperjuangkan kebenaran. Dan itu bisa dilakukan dengan sikap jujur, benar, berani dan ikhlas.” Jika itu dapat dilakukan maka terwujudlah Sumut bermartabat” ujar Gubsu.(GNT)


 Teks Foto: Gubsu Edy Rahmayadi diabadikan bersama Ketua PP GPK H Andi Surya Ghalib SH MM, Ketua GPK Sumut terpilih Jonson Sihaloho, SHi, Ketua PPP Sumut Drs. Yulizar Parlagutan Lubis, MPsi dan seluruh pimpinan GPK se- Sumut.

 

 

Sabtu, 07 November 2020

Syekh Ali Jaber Sambangi Bintan, Rasa cinta Ulama PPM Siap Kawal



Syekh Ali Jaber Sambangi Bintan, Rasa cinta Ulama PPM Siap Kawal 

Bintan, (IP) - Pemuda Panca Marga (PPM) mulai melakukan persiapan di kantor Koramil 003/Bintan Utara untuk mendampingi pengawalan keamanan Syekh Ali Jaber yang akan menyambangi masyarakat Tanjung Uban dan memberi taujiah di mesjid  baitul makmur Tanjung Uban, Minggu 08 - 11 - 2020.

Ketua PPM, Darlen menjelaskan, sebagai warga negara yang baik, kami sebagai ormas PPM siap mengawal ketertiban dan keamanan kedatangan ulama Syekh Ali Jaber. "dimana kita ketahui, Ulama adalah panutan kita" katanya.

Dikatakannya, mereka sangat berharap dengan kedatangan ulama kita ini dapat menambah kekompakan dan rasa persaudaraan kita, dimana pulau Bintan sangat kental dengan sikap kekeluargaan nya."Dimasa sekarang ini kita harus siap menampis gesekan dan hasutan yang dapat memecah belahkan rasa cinta kita terhadap Bangsa, karena kita semua ini satu tujuan Cinta NKRI," tegasnya.

Lebih lanjut Darlen mengatakan pengawalan ini sebenarnya rasa cinta mereka terhadap ulama. "dimana kami juga mengetahui situasi kondisi keamanan dan kekeluargaan di Bintan masih tergolong daerah yang sangat aman dan kondusif. kata Darle. (Agus Ginting)

Senin, 19 Oktober 2020

Radikalisme dan Terorisme Tumbuh Dari Intoleransi

 


Radikalisme dan Terorisme Tumbuh Dari Intoleransi

Medan, (IP)- Prof Katimin menjelaskan, radikalisme dan terorisme berakar dari sikap intoleransi. Untuk itu perlu menumbuhkan rasa toleransi sesama masyarakat dan tidak beranggapan paling benar dan bagi yang berbeda pandangan bukan alasan untuk diperangi. 

Terkait itu ia berpendapat pentingnya upaya pencegahan dari lembaga terkait untuk menekan radikalisme, termasuk dengan melibatkan TNI di dalam menangani terorisme tersebut.

Demikian disampaikan Prof Dr.Katimin, MA, Senin (19/10), di Aula Dakwah UIN Sumut Medan.

Acara Webinar Nasional ini dilaksanakan oleh Fakultas  Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) bersama Academic TV  bertema polemik pelibatan TNI dalam penanganan aksi terorisme.

Menurut Prof Katimin, Keikutsertaan TNI merupakan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI dari kehancuran akibat tindakan terorisme maupun radikalisme. 

Giat akademis ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Dekan FUSI Prof Dr Katimin, MAg, pakar hukum dan aktivis Dr Zulkarnain Nasution, MA dan Dr Adi Mansar Lubis, SH, MHum serta psikolog Prof Dr Irmawati. Webinar dipandu secara virtual oleh akademisi Mufti Makarim. 

Pakar hukum, Dr Zulkarnain menyampaikan, polemik atau masalah mendasar soal pelibatan TNI dalam terorisme ini terjadi ketika revisi undang-undang tindak pidana terorisme. "Banyak yang menjadi polemik seperti definisi terorisme hingga soal pelibatan TNI dalam penanganan aksi terorisme. Hal itu yang perlu dijelaskan dalam ketentuan turunan yaitu peraturan presiden (perpres) yang saat ini sedang dibahas," ujarnya.

Dijelaskannya, terdapat respons publik yang pro dan kontra terkait tema bahasan tersebut. "Saat ini, mendapat banyak pro dan kontra, seperti anggapan dan ketakutan bakal terjadi militerisasi hingga potensi pelanggaran HAM dan sebagainya," ungkapnya.

Namun ia menegaskan, pelibatan TNI dalam penanganan terorisme sangat diperlukan namun dengan batasan tertentu. "Boleh ada pelibatan TNI namun tentu ada batasannya. Batasan-batasan tersebut diminta agar diatur dalam perpres dimaksud, yang kini dibahas di tingkat presiden dan DPR. Ini juga diperlukan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru bagi publik. Kita dalam webinar ini sepakat ada keterlibatan TNI namun terbatas. Tidak sepenuhnya penanganan terorisme  oleh TNI," urainya.

Hal itu dipaparkannya terkait perkembangan penanganan terorisme yang didominasi kepolisian dan lembaga terkait lain seperti BNPT dinilai belum optimal. Dicontohkannya seperti penanganan kasus teroris Santoso yang akhirnya menurunkan prajurit TNI yang berhasil memburu kelompok teroris di hutan rimba. Dijelaskannya kemampuan dan taktis penyergapan di hutan lebih dikuasai TNI sehingga dalam kasus itu, penugasan TNI cukup tepat dan efektif. Berdasarkan penggalan peristiwa ini, diharapkan menghasilkan rekomendasi. "Webinar ini bertujuan mendapatkan masukan dari akademisi dan masyarakat umum agar direkomendasikan untuk menjadi pertimbangan dalam peraturan yang sedang dibahas dan akan diterbitkan tersebut, harus ada pembagian tugas yang jelas," jelasnya.

Ia mengharapkan, masalah radikalisme dan terorisme ditangani dengan baik dan penanganan dan antisipasinya menggunakan pendekatan-pendekatan yang humanis.

Sementara Dr Adi Mansar, narasumber yang mengulik materi dari sisi hukum menjelaskan, keterlibatan TNI dalam penanganan aksi terorisme merupakan hal yang lazim atau wajar. Karena dalam UU TNI sendiri pun dijelaskan tugasnya untuk menangani aksi terorisme dan masuk operasi militer selain perang (OMSP). Ia menegaskan, tidak ada keraguan tentang kredibilitas TNI dan pelibatannya untuk mengatasi ancaman terorisme, namun diberikan dalam situasi tertentu. (RED)

HMI Komisariat Fakultas Syariah UINSU Gelar Turnamen Catur Transitif

 


     HMI Komisariat Fakultas Syariah UINSU Gelar Turnamen Catur Transitif


Medan, (IP)-HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar Turnamen Catur Transitif, di Doktor Kopi, Komplek MMTC, Jalan Willem Iskandar Medan, Kemarin.

Turnamen itu tidak hanya melibatkan mahasiswa sebagai peserta, juga masyarakat umum turut serta pada kegiatan tersebut. Turnamen yang berlangsung satu hari penuh, menerapkan sistem bebas.

Menurut Ketua Panitia, Nazwan Syahputra, kegiatan ini diinisiasi karena sepinya kegiatan akademik  dikarenakan Covid-19,  untuk sekaligus mengasah kemampuan berpikir mahasiswa.

“Kondisi Covid-19 yang terjadi saat ini, justru semakin melemahkan daya pikir mahasiswa, terhadap realitas sosial yang ada, hal ini dikarenakan kampus menghentikan kegiatan akademik lebih dari satu semester, sehingga di kalangan mahasiswa timbul kejenuhan atas kondisi saat ini”, ujar pria aktivis HMI Cabang Medan itu.

Realitas pada saat ini dengan masih adanya Covid-19, dikhawatirkan hilangnya daya kritis mahasiswa terhadap realitas sosial yang ada, kejenuhan belajar daring, sehingga interaksi sosial antarmahasiswa tidak terbangun secara baik.

“Kondisi objektif di atas inilah, akhirnya memunculkan pemikiran, turnamen dilaksanakan. Alhamdulillah peserta yang ikut di kegiatan ini bukan hanya para mahasiswa, melainkan juga masyarakat umum,” ungkapnya.

Dari antusias mengikuti turnamen catur, terangnya,  diketahui banyak potensi pemain catur kampung di Medan dan kalangan kampus yang tidak tereksplorasi secara baik. “Untuk itulah melalui turnamen ini kita mencoba mengeksplorasi pemain-pemain tersebut,” tukasnya.

Catur Olah Pikir dan Zikir

Ide dasar kegiatan mahasiswa, disambut baik Dr H Anshari Yamamah MA sebagai dosen, mubalig sekaligus pengarang buku Islam Transitif. “Langkah mahasiswa patut mendapatkan apresiasi,” bilangnya.

Sebagai senior di Kampus, lanjutnya, ide dan gagasan adik-adik mahasiswa yang berhimpun dalam wadah HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara ini sejalan dengan gagasan yang dikaji dalam Islam Transitif.

“Turnamen catur ini sejalan dengan gagasan yang dikaji dalam kaidah Islam Transitif, dimana gerak akal akan mempengaruhi gerak total produksi yang ada di alam pikiran berupa ide dan gagasan, kemudian diaktualisasi dalam bentuk konkret,” ujar dosen peneliti sosial UIN Sumut itu.

Jadi Islam Transitif, lanjut Anshari, memberikan ruang berekspresi dalam mengelaborasi pikiran-pikiran yang bersifat produktif, konstruktif, sehingga lahir temuan atau inovasi baru bagi kehidupan.

“Jadi catur ini sangat relevan dengan konsep dan gagasan yang termaktub dalam kaidah Islam Transitif, dimana akal difungsikan sebagai motorik dalam menggerakkan seluruh potensi yang ada dimaksimalitaskan sehingga bermanfaat untuk orang banyak,” ungkapnya.

Ada upaya sinergitas yang dibangun, sebut Anshari, kemampuan akal untuk berpikir dan Islam bersemayam dalam kalbu sembari berzikir. “Inilah poin penting dari kegiatan yang digagas adik-adik kampus,” tambah sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumut tersebut.

Catur Transitif ini bukan model catur Bharatayudha yang mengedepan tipuan ala Sengkuni, agar bisa memenangkan dan bersifat politis. Nilai-nilai sportivitas lebih dijunjung sebagai wujud keteladanan dalam berkompetisi, tetap menggunakan akal sebagai motoriknya.

“Harapan dari kegiatan ini, akan lahir para pemikir muda yang produktif, mampu mengaktualisasikan kemampuan akademik pada kondisi sosial yang ada, kecerdasan pemikiran tentu saja akan melahirkan manusia yang lebih produktif pada ide inovatif sekaligus ahli zikir yang baik dalam konteks ibadah,” tambah imam besar Islam Transitif itu. (Red)




Minggu, 04 Oktober 2020

PILKADA SIMALUNGUN, DPW PPP SUMUT : KADER PARTAI DIMINTA TUNGGU KEPUTUSAN RESMI

PILKADA SIMALUNGUN, DPW PPP SUMUT : KADER PARTAI DIMINTA TUNGGU KEPUTUSAN RESMI

Bendahara PPP Sumut Jonson Sihaloho didampingi pengurus lainnya saat diwawancarai wartawan, kemarin, di Kota Pematangsiantar.





Siantar, (IP)- Pasca gagalnya Cabup Amran Sinaga yg diusung PPP menjadi Calon Bupati Simalungun karena kurangnya dukungan koalisi Partai, Kader Partai di Kabupaten Simalungun diminta untuk bersabar menunggu keputusan Resmi, Dukungan Calon Bupati dan Wakil Bupati yg akan didukung oleh PPP. DPC PPP kabupaten Simalungun, PAC, dan Ranting diminta untuk bisa menahan diri, bersabar menunggu keputusan Resmi Partai.

Demikian disampaikan Bendahara DPW PPP Sumut Jonson Sihaloho, SH.i didampingi S.Nikmat Ginting, M. Haikal El Kahfi, Sawaluddin Gultom dan pengurus lainnya, di Kopi Koktong, Pematangsiantar, kemarin. Menurut Jonson, PPP secara kelembagaan  sampai akhir masa pendaftaran Istiqomah mendukung Amran Sinaga dan Ganda Manurung sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun periode 2021 - 2024. Malang, kurangnya kursi menggagalkan rencana  pencalonan dimaksud. Tapi kita kokoh sampai akhir setia dengan keputusan DPP. Ujar Jonson

Berkaitan dengan hal tersebut, Instrumen Partai terutama Pimpinan DPC dipersilahkan membangun komunikasi politik, menyerap aspirasi ummat di simalungun untuk kemudian memberikan laporan kepada DPW untuk diputuskan secara bersama pilihan terbaik yg dirasa mampu menyerap dan mengakomodir kepentingan ummat dan masyarakat Simalungun. Silahkan membangun komunikasi tetapi jangan melakukan manuver politik tertentu yg jauh dari kebutuhan ummat karena Sejauh ini DPW PPP Sumut sedang melakukan pemetaan aspirasi ummat, sedang mengkomunikasikan  berbagai isu isu keummatan dengan beberapa Calon Bupati dan Wakil Bupati. Insya Allah dalam waktu yg tidak terlalu lama, kita akan umumkan kepada Publik dukungan PPP di Kabupaten Simalungun, Ujar Jonson.

Senada dengan Jonson Sihaloho, Wakil Ketua Bappilu DPW PPP Sumut, Nuzirwan Bahri Lubis, juga mengingatkan, kepada seluruh pengurus kader di DPC Simalungun, untuk tidak coba-coba memberikan dukungan kepada salah satu calon bupati/wakil bupati di Simalungun tanpa  sepengetahuan DPW PPP Sumut. Hal ini diharapkan untuk menjaga kekompakan dan mematangkan komunikasi Politik dengan Calon Bupati yg akan didukung PPP.

Nuzirwan yg akrab dipanggil "Oyom"  ini mengharapkan pimpinan DPC PPP Simalungun menjauhkan diri dari kepentingan personal pada Pilkada Simalungun. Kita tidak boleh main-main dalam menghadapi persoalan ini, sehingga kepentingan partai itu yang harus di ke depankan. " ujar Bg. Oyom.

Dia meyakinkan, persoalan dukungan PPP Simalungun pada Pilkada Yang akan di gelar di Simalungun 9 Desember 2020 akan segera dituntaskan dengan sebaiknya. Dengan membangun komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait.(gnt)

Senin, 03 Agustus 2020

Ansari Yamamah Diberi Gelar Datuk Pandya Wangsa

Anshari Yamamah Peroleh Gelar Datuk Pandya Wangsa

Teks foto: 

Dr. H. Anshari Yamamah,MA memperoleh Gelar Datuk Pandya Wangsa, kemarin.



Medan, (IP)- Baru-baru ini Kesultanan Serdang menganugerahkan Gelar Kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi kepada dunia pendidikan, kemanusiaan, tokoh politik hingga seniman.
Di antara sejumlah tokoh penerima anugerah kehormatan tersebut, adalah tokoh pendidikan, akademisi, mubaligh dan peneliti sosiologi UIN Sumatera Utara Dr H Anshari Yamamah MA. Pemberian Gelar didasarkan pada dedikasi dan komitmen kepada dunia akademik, penelitian dan pengembangan nilai-nilai sosial serta spiritual dalam Konsep Islam Transitif.
Dalam presfektif pluralistik, modern dan visioner, dengan balutan orkestra symphoni yang menyatukan rasa dan karsa menjadi sebuah kekuatan, menghilangkan sekat-sekat primordialisme, hedonisme dan individualistik, menyatu menjadi kekuatan persaudaraan, kebangsaan dan persatuan.
“Ini merupakan Anugerah Allah SWT kepada saya dan sejumlah tokoh yang memiliki latarbelakang profesi berbeda, diberikan gelar kehormatan oleh Sultan Serdang. Ini merupakan tantangan besar untuk terus mengembangkan kemampuan ilmu dan pengetahuan, membangun kualitas hidup manusia khususnya dalam dunia pendidikan,” ujar Anshari Yamamah kepada MediadelegasiSelasa (4/8) di Medan.
Terkhusus, katanya, kepada generasi muda Melayu agar bangkit dalam pengembangan kemampuan personal menghadapi tantangan global mendatang.
Pemberian gelar kehormatan ini oleh Kesultanan Serdang, memacu setiap individu untuk terus mengasah kemampuan pengetahuan dan bermanfaat untuk masyarakat banyak.
“Pemberian Gelar Datuk Pandya Wangsa kepada saya terkhusus secara pribadi, ini merupakan start awal untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Melayu, agar mampu tampil berkontestasi baik secara sosial, ekonomi  dan politik, seperti orang menanam pohon agar tumbuh dan besar dalam kurun waktu yang lama, serta bermanfaat untuk manusia banyak”, tambah Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumbagut ini.
Pemberian Gelar Kehormatan adat Melayu ini,  disematkan langsung Sultan Serdang Tengku Ahmad Tala’a Syariful Alamsyah atau biasa di sapa Tengku Amek dalam acara kerapatan adat Kesultanan Serdang.
Dengan Pemberian Gelar adat ini, maka secara otomatis sudah menjadi bagian dari keluarga besar Kesultanan Serdang, tentu secara moralitas memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan Kesultanan.
“Kami yang sudah ditasbihkan hari ini, mulai saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan melestarikan tradisi-tradisi sebagai warisan sejarah dan budaya yang harus dikembangkan terkhusus kepada para generasi muda Melayu,” katanya.
Dikatakan, masyarakat Melayu berkontribusi besar pada sejarah perjuangan bangsa,  masyarakat Melayu memiliki peran strategis baik dalam pemerintahan dan secara politis masyarakat Melayu juga diperhitungkan.
“Inilah potensi dan sumberdaya yang harus di jaga dan di perhitungkan baik dari aspek Geo-Politik, Sosial dan cultural”, lanjut alumni Universitas Leiden ini.
Terakhir Dr Ansahari Yamamah memiliki obsesi, kiranya suatu saat di Sumatera Utara khususnya pada gelar perhelatan akbar yang menampilkan pentas budaya (haritage) masyarakat Melayu, baik seni, kuliner, fashion dengan menggusung tema adat Melayu, pemutaran film dokumenter Sejarah perjuangan masyarakat Melayu pada saat revolusi kemerdekaan dan lain-lain.
“Point pentingnya, bagaimana masyarakat dan terkhusus generasi muda Melayu ada rasa kebanggaan sebagai orang Melayu, sehingga muncul kecintaan pada seni budaya Melayu untuk terus di abadikan sebagai identitas yang membanggakan,” ujar Datuk Pandya Wangsa ini mengakhiri.(red)

Jumat, 31 Juli 2020

Perum PBI II Sembelih Qurban 2 Sapi

Prum PBI II, Tg Uban Timur Laksanakan sholad Idul Adha dan Sembelih 2 sapi

Teks Foto: 
Warga bergotong royong memotong daging qurban. Foto Agus ginting


Bintan (IP): Masyarakat Lingkungan Perumahan Permata Bintan Indah II, Kecamatan Bintan Utara, Tanjung Uban Timur, Jumat (31/7), meramaikan Mushola di sekitar melaksanakan salat Idul Adha Tahun 1441 H/ 2020 M.

Adapun petugas untuk pelaksanaan Sholad Idul Adha di kompleks prum Pbi II, Imam H. Atrianedi Tanjung, S.Pd, MBA beserta Khatib, Bilal Gufron, Protokoler Ustad Asep Mukti, S.Pd dan di bantu Oleh ketua RT 003 Iswandi Kurniawan Sebagai ketua Protokol kesehatan yang di bantu ketua Mushola At' Taubah Ustad Asep Mukti.

Ketua Musholah At'Taubah Asep Mukti menjelaskan,Hari bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia ini juga ditandai dengan penyembelihan hewan qurban sebagai pesan sejarah dari peristiwa Nabi Ibrahim as yang diperintahkan Allah SWT menyembelih anaknya Nabi Ismail as.

Masjid di Lingkungan PBI II menghadirkan Imam Ustadz  H. Atrianedi Tanjung, S.Pd, MBA dan di lanjutkan khatib nya.

Sesaat melaksanakan sholat ied dua rakaat, Ustadz Atrianedi langsung dalam khutbahnya mengajak seluruh jamaah meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menjadikan hari yang bersejarah ini sebagai teladan mendekatkan diri kepada Allah.

Sembelih Qurban

Usai salat ied, masyarakat mendatangi lokasi penyembalian hewan qurban. Penduduk PBI II menyembelih Dua ekor lembu dilaksanakan Ustad Arbiyansah dan dibantu masyarakat Perum PBI II.
Foto: 
Pengecekan suhu badan oleh tim protokol kesehatan. 


Lokasi penyembelihan qurban dilaksanakan di Simpang TPQ, tak jauh dari Mushola At'Taubah, disaksikan masyarakat dan keluarga besar pequrban. (Agus Ginting)

Minggu, 19 Juli 2020

PPM Ikut Buat Aula Koramil

 PPM Ikut Andil Gotong Royong 
Buat Aula Koramil

Teks foto: Danramil 03/ Binut Kapten Inf Suherman, Aggota Babinsa beserta Anggota PPM yang sedang Bergotong royong. Foto: Agus ramdan. Ginting.


Bintan - (IP): Danramil 03/ Bintan Utara (Binut) Kapten Inf Suherman  Mengundang organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) untuk berkerja sama membangun Gedung Aula kantor Koramil. Minggu, (19/7).

Saat memantau gotong royong ( Goro ) tim Harian Indonesia Pagi Melihat Langsung Kapten Suherman Turut serta dalam Gotong Royong tersebut.

Beliau menunjukkan kesemangatannya dalam ber gotong royong ke Anggota Koramil dan PPM, Dimana Organisasi ini dibawah naungan TNI AD.

Saat dikonfirmasi Kapten Suherman mengatakan kesimpatikannya yang  mendorong untuk membenahi kantor Koramil ini. Selain dari pada itu, kewajiban seorang Prajurit untuk membenahi kantornya sendiri. Dimana kantor Koramil bagian dari jati dirinya seorang Prajurit.

Kapten Suherman juga sangat bersukur dan berterimakasih kepada Anggota koramil yang turut andil dalam wacana pembangunan Aula tersebut. Dimana pembangunan ini mutlak inisiatifnya. Begitu juga kapten Suherman tidak lupa terhadap PPM yang Sudah membantu Tenaga untuk terwujudnya pembangunan Aula koramil ini.

Lebih jelas mengatakan, Kapten Suherman memastikan. pembanbunan ini tidak akan terwujud bila keinginan tanpa keseriusan dalam melaksanakan dibidang apa pun. Begitu juga dibidang apa pun, tanpa ada kerjasama tidak akan terwujud hasil yang sempurna. Pungkasnya. (Agus Ginting)


Danramil 03/ Bintan Utara Gotong Royong

Danramil 03/ Binut Kerahkan PPM Gotong Royong Bikin Aula Koramil
Teks foto: Danramil 03/ Binut Kapten Inf Suherman, Aggota Babinsa beserta Anggota PPM sedang Bergotong royong. Foto: Agus Ramdan


Bintan, (IP)- Danramil 03/ Bintan Utara (BNUT) Kapten Inf Suherman  Mengundang organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) untuk berkerja sama membangun Gedung Aula kantor Koramil. Minggu, (19/7).

 Saat memantau gotong royong ( Goro ) tim Mediadelegasi Melihat Langsung Kapten Suherman Turut serta dalam Goro tersebut.
Beliau menunjukkan kesemangatannya dalam ber gotong royong ke Anggota Koramil dan PPM, Dimana Organisasi ini dibawah naungan TNI AD.

Saat dikonfirmasi Kapten Suherman mengatakan kesimpatikannya yang  mendorong untuk membenahi kantor Koramil ini. Selain dari pada itu, kewajiban seorang Prajurit untuk membenahi kantornya sendiri. Dimana kantor Koramil bagian dari jati dirinya seorang Prajurit.

Kapten Suherman juga sangat bersukur dan berterimakasih kepada Anggota koramil yang turut andil dalam wacana pembangunan Aula tersebut. Dimana pembangunan ini mutlak inisiatifnya. Begitu juga kapten Suherman tidak lupa terhadap PPM yang Sudah membantu Tenaga untuk terwujudnya pembangunan Aula koramil ini.

Lebih jelas mengatakan, Kapten Suherman memastikan. pembanbunan ini tidak akan terwujud bila keinginan tanpa keseriusan dalam melaksanakan dibidang apa pun. Begitu juga dibidang apa pun, tanpa ada kerjasama tidak akan terwujud hasil yang sempurna. Pungkasnya. (Agus Ramdan)