PPP SUMUT BERGERAK BERSAMA RAKYAT--- Mau Dipublikasikan, Kami Harian_Indonesiapagi.Online Siap Hadir Untuk Anda. Terima Kasih. BUKTIKAN.....!---DIJUAL HP SECOND, MOBIL SECOND, DAN SEPEDA MOTOR SECOND MURAHHH....HUB:085837686014---MAU BERDISKUSI TENTANG JURNALIS, POLITIK DAN AGAMA HUBUNGI MAHASISWA S3 PPs UIN SUMUT SUASANA NIKMAT GINTING, MA DI NOMOR HP 081396100099---KESEHATAN ITU PALING UTAMA. JAGA KESEHATAN DENGAN MADU HITAM" SILAHKAN PASANG IKLAN BARIS ANDA DI SINI, HUB. Hp: 081396100099

Selasa, 18 Mei 2021

Muswil DPW PPP Sumut ke VIII Akan Dibuka Ketum Suharso Monoarfa

 


Teks Foto: Sekretaris Panitia Muswil ke VIII DPW PPP Sumut Jonson Sihaloho mewakili Ketua Panitia OC Nuzirwan Bahri Lubis , Wakil Ketua SC Mursal Harahap, M.Kom.i dan panitia lainnya Suasana Nikmat Ginting, MA, M Saleh Tanjung dan Fitri Siswaningsih kepada wartawan, Selasa (18/5) di Kantor DPW PPP Sumut.IST


Muswil ke VIII DPW PPP Sumut Digelar 28-29 Mei dan Dibuka Ketua Umum DPP PPP Suharso Manoarfa 

MEDAN, (IP)-Ketua Umum DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Dr Ir Suharso Manoarfa dipastikan akan hadir membuka Muswil (Musyawarah Wilayah) ke VIII DPW PPP Sumut yang digelar pada 28 - 29 Mei 2021 di Hotel Grand Mercure Medan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Panitia Muswil ke VIII DPW PPP Sumut Jonson Sihaloho mewakili Ketua Panitia OC Nuzirwan Bahri Lubis , Wakil Ketua SC Mursal Harahap, M.Kom.i dan panitia lainnya Suasana Nikmat Ginting, MA, M Saleh Tanjung dan Fitri Siswaningsih kepada wartawan, Selasa (18/5) di Kantor DPW PPP Sumut.

"Muswil yang dilaksanakan dengan menerapkan  Prokes (Protokol Kesehatan) Covid-19 secara ketat ini akan diikuti 37 peserta yang memiliki hak suara, yang terdiri dari 33 DPC PPP se-Sumut ditambah tiga utusan fraksi dan satu suara dari sayap partai, yakni GPK, AMK dan GMPI," ujar Jonson yang juga merupakan Bendahara DPW PPP Sumut.

Ditambahkan Jonson, pemilihan Ketua DPW PPP Sumut priode 2021-2026 ini dilaksanakan dengan sistem formatur yang terdiri dari 7 orang, yakni satu orang dari DPP, satu orang dari DPW dan lima  orang dari DPC. 

"Formatur inilah nantinya yang menentukan  Ketua DPW PPP Sumut. Hal ini sejalan dengan pedoman organisasi yang jauh dari intrik-intrik politik, sesuai dengan budaya PPP yang agamais serta tetap mengedepankan kesejukan dan persatuan," ujarnya.

Ditambahkan politisi muda ini, seluruh persiapan Muswil sudah rampung, termasuk pengamanan yang akan melibatkan organisasi sayap partai, yakni GPK (Gerakan Pemuda Ka'bah), AMK (Angkatan Muda Ka'bah) dan GMPI (Generasi Muda Pembangunan Indonesia).

Berkaitan dengan itu, Jonson memohon dukungan dan doa para ulama, kader, simpatisan partai beserta masyarakat luas agar Muswil VIII ini berjalan dengan lancar, demi suksesnya pemilihan Ketua DPW PPP Sumut lima tahun ke depan.

Menyinggung calon kuat Ketua DPW PPP Sumut, Jonson menjelaskan, dari informasi yang berkembang,  sejauh ini ada dua kandidat yang akan "bertarung" merebut orang nomor satu di partai berlambang Ka'bah ini, yakni H Yulizar Parlagutan Lubis dan Jafaruddin Harahap.

"Yulizar Parlagutan Lubis saat ini menjabat Ketua DPW PPP Sumut dan Jafaruddin Harahap menjabat salah satu Ketua DPP PPP, Sekretaris DPW PPP Sumut dan anggota DPRD Sumut. Keduanya kader terbaik PPP Sumut yang diyakini bisa membawa PPP lebih besar menuju Pemilu 2024," ujarnya. (GNT)


Minggu, 18 April 2021

 Ramadhan MW Kahmi Sumut Bahas Moderasi Beragama



Medan, (IP)-  Sikap moderasi harus tetap dibangun sehingga stigma terkait berbagai gerakan yang bersifat radikal, inteloren dan berbagai tindakan yang bersifat kontraproduktif lainnya hilang.

Hal ini terungkap dalam diskusi Majelis Wilayah Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (MW KAHMI Sumut) bertajuk Tadarusan Ramadhan secara daring, Sabtu (17/4/2021).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Pusat Study Pengembangan Kajian Islam MW KAHMI Sumatera Utara.
Tadarusan Ramadan kali ini mengambil tema tentang Hubungan dan Nilai Ramadan dalam membangun Moderasi Beragama.

Hadir dalam diskusi daring sebagai narasumber Ketua Umum MW KAHMI Sumatera Utara H Rusdi Lubis SH MMA dan Ketua Majelis Pakar KAHMI Sumatera Utara Prof Dr H Syahrin Harahap MA.

“Ramadhan hadir sebagai sebuah momentum pertautan seluruh nilai-nilai humanistik umat Islam, nilai kepedulian sosial, kesabaran dan keikhlasan, menjadikan Ramadan sebagai penguatan nilai-nilai universal tersebut,” ujar Rusdi.

Dia menambahkan, Ramadhan merupakan bulan keberkahan untuk menebarkan rasa empati pada setiap pribadi dan kelompok.

Sementara, Prof Syahrin Harahap menambahkan, nilai-nilai humanistik ini terbangun dalam spirit Ramadan, saling menghargai, saling menghormati dan saling memahami di antara sesama anak bangsa.

“Semangat Ramadan berbanding lurus dengan semangat keberagaman yang terus di bangun bangsa ini, menuju ke arah yang memiliki nilai-nilai persatuan, persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

Menahan egosentrisme

Syahrin yang juga Rektor UIN Sumut, menamnahkan moderasi beragama dalam konteks Ramadhan menahan egosentrisme baik secara personal maupun kelompok. Sikap saling menghargai inilah makna hakiki yang tersirat dalam pesan Ramadan.

“Umat Islam dan bangsa Indonesia, sebagai sentraline perubahan dalam masyarakat dunia itu, harus memiliki kemampuan dalam penguasaan teknologi, industri dan militer. Karena ketiga unsur menjadi bagian tidak terpisahkan dalam percaturan global,” tambahnya.

Ketiga unsur penentu perkembangan peradaban global, menjadi syarat mutlak perubahan tata kelola kebijakan secara universal, sehingga adaptasi percepatan perubahan ini menjadi sebuah keharusan.

Tadarusan Ramadhan dipandu Direktur Pusat Studi Pengembangan Islam MW KAHMI Sumatera Utara Dr H Anshari Yamamah MA sebagai moderator.

“Insya Allah kegiatan Tadarusan Ramadhan ini akan diselenggarakan secara periodik selama Ramadan dengan materi dan narasumber yang berbeda, terkait topik Puasa dan implementasi sosial, baik tinjauan dalam aspek ekonomi, sosial, pendidikan budaya, hukum dan politik,” kata Imam Besar Mazhab Islam Transitif ini.(GNT)


Senin, 30 November 2020

Jonson Sihaloho Terpilih Sebagai Ketua GPK Sumut

 

Teks Foto: Ketua GPK Sumut Jonson Sihaloho, SH.i pada orasi politik, usai terpilih pada acara Muswil ke- II GPK Sumut, di Asrama haji Medan. Foto: Suasana Nikmat Ginting

Jonson Sihaloho Terpilih Sebagai Ketua GPK Sumut

“Siap Bawa Suara Terbesar Millineal Untuk PPP”

Gubsu: GPK Organisasi yang Disegani

Medan, (IP)- Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jonson Sihaloho, Shi menegaskan akan  membawa suara generasi muda Millineal untuk memenangkan PPP pada pemilu 2024.

Keinginan untuk merekrut suara terbanyak kaum millineal ini  pada pemilu 2024, menurut Jonson Sihaloho akan diikiuti oleh kebijakan dan langkah- langkah strategis yang akan dilakukan GPK Sumut di bawah kepemimpinannya ke depan.

“ Kita akan segera melakukan konsolidasi secara masif dan terstruktur di seluruh kabupaten/kota Se Sumut. Serta akan memberikan ruang yang besar bagi kaum millineal dalam kepengurusan” ujar Jonson Sihaloho, saat memberikan orasi politik, pada acara penutupan Muswil ke II, GPK Sumut, di Asrama Haji Medan, Minggu (29/11).

Selain itu, lanjut Jonson yang juga merupakan Bendahara PPP Sumut ini, bahwa tugas ke depan dalam menatap pemilu 2024 sangat berat. Untuk itu, maka yang diperlukan adalah bagaima mempersiapkan segala sesuatunya, dengan membuktikan kinerja ke depannya. Dan dia berkomitmen segera membentuk GPK di seluruh kabupaten Kota se-Sumut.

“kita berharap doa semuanya agar ke depan berhasil membawa suara millinieal ke  depan untuk kemenangan PPP pada pemilu 2024” ujar Jonson yang juga alumni UIN Sumut Medan ini.

Hadir  pada acara Muswil ke- II GPK Sumut, Ketua PP GPK H Andi Surya Ghalib SH MM, Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, M.Psi, dan Gubsu H. Edy Rahmayadi.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, saat memberikan sambutan menegaskan, bahwa GPK ini pada awal pendiriannya merupakan organisasi yang ditakuti dan disegani. Hal tersebut disebabkan, keberanianya untuk membela kebenaran pada masa itu.  

Untuk itu, Gubsu mengharapkan agar GPK bisa kembali menjadi organisasi besar dan ditakuti di dalam memperjuangkan kebenaran. Dan itu bisa dilakukan dengan sikap jujur, benar, berani dan ikhlas.” Jika itu dapat dilakukan maka terwujudlah Sumut bermartabat” ujar Gubsu.(GNT)


 Teks Foto: Gubsu Edy Rahmayadi diabadikan bersama Ketua PP GPK H Andi Surya Ghalib SH MM, Ketua GPK Sumut terpilih Jonson Sihaloho, SHi, Ketua PPP Sumut Drs. Yulizar Parlagutan Lubis, MPsi dan seluruh pimpinan GPK se- Sumut.

 

 

Sabtu, 07 November 2020

Syekh Ali Jaber Sambangi Bintan, Rasa cinta Ulama PPM Siap Kawal



Syekh Ali Jaber Sambangi Bintan, Rasa cinta Ulama PPM Siap Kawal 

Bintan, (IP) - Pemuda Panca Marga (PPM) mulai melakukan persiapan di kantor Koramil 003/Bintan Utara untuk mendampingi pengawalan keamanan Syekh Ali Jaber yang akan menyambangi masyarakat Tanjung Uban dan memberi taujiah di mesjid  baitul makmur Tanjung Uban, Minggu 08 - 11 - 2020.

Ketua PPM, Darlen menjelaskan, sebagai warga negara yang baik, kami sebagai ormas PPM siap mengawal ketertiban dan keamanan kedatangan ulama Syekh Ali Jaber. "dimana kita ketahui, Ulama adalah panutan kita" katanya.

Dikatakannya, mereka sangat berharap dengan kedatangan ulama kita ini dapat menambah kekompakan dan rasa persaudaraan kita, dimana pulau Bintan sangat kental dengan sikap kekeluargaan nya."Dimasa sekarang ini kita harus siap menampis gesekan dan hasutan yang dapat memecah belahkan rasa cinta kita terhadap Bangsa, karena kita semua ini satu tujuan Cinta NKRI," tegasnya.

Lebih lanjut Darlen mengatakan pengawalan ini sebenarnya rasa cinta mereka terhadap ulama. "dimana kami juga mengetahui situasi kondisi keamanan dan kekeluargaan di Bintan masih tergolong daerah yang sangat aman dan kondusif. kata Darle. (Agus Ginting)

Senin, 19 Oktober 2020

Radikalisme dan Terorisme Tumbuh Dari Intoleransi

 


Radikalisme dan Terorisme Tumbuh Dari Intoleransi

Medan, (IP)- Prof Katimin menjelaskan, radikalisme dan terorisme berakar dari sikap intoleransi. Untuk itu perlu menumbuhkan rasa toleransi sesama masyarakat dan tidak beranggapan paling benar dan bagi yang berbeda pandangan bukan alasan untuk diperangi. 

Terkait itu ia berpendapat pentingnya upaya pencegahan dari lembaga terkait untuk menekan radikalisme, termasuk dengan melibatkan TNI di dalam menangani terorisme tersebut.

Demikian disampaikan Prof Dr.Katimin, MA, Senin (19/10), di Aula Dakwah UIN Sumut Medan.

Acara Webinar Nasional ini dilaksanakan oleh Fakultas  Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) bersama Academic TV  bertema polemik pelibatan TNI dalam penanganan aksi terorisme.

Menurut Prof Katimin, Keikutsertaan TNI merupakan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI dari kehancuran akibat tindakan terorisme maupun radikalisme. 

Giat akademis ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Dekan FUSI Prof Dr Katimin, MAg, pakar hukum dan aktivis Dr Zulkarnain Nasution, MA dan Dr Adi Mansar Lubis, SH, MHum serta psikolog Prof Dr Irmawati. Webinar dipandu secara virtual oleh akademisi Mufti Makarim. 

Pakar hukum, Dr Zulkarnain menyampaikan, polemik atau masalah mendasar soal pelibatan TNI dalam terorisme ini terjadi ketika revisi undang-undang tindak pidana terorisme. "Banyak yang menjadi polemik seperti definisi terorisme hingga soal pelibatan TNI dalam penanganan aksi terorisme. Hal itu yang perlu dijelaskan dalam ketentuan turunan yaitu peraturan presiden (perpres) yang saat ini sedang dibahas," ujarnya.

Dijelaskannya, terdapat respons publik yang pro dan kontra terkait tema bahasan tersebut. "Saat ini, mendapat banyak pro dan kontra, seperti anggapan dan ketakutan bakal terjadi militerisasi hingga potensi pelanggaran HAM dan sebagainya," ungkapnya.

Namun ia menegaskan, pelibatan TNI dalam penanganan terorisme sangat diperlukan namun dengan batasan tertentu. "Boleh ada pelibatan TNI namun tentu ada batasannya. Batasan-batasan tersebut diminta agar diatur dalam perpres dimaksud, yang kini dibahas di tingkat presiden dan DPR. Ini juga diperlukan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru bagi publik. Kita dalam webinar ini sepakat ada keterlibatan TNI namun terbatas. Tidak sepenuhnya penanganan terorisme  oleh TNI," urainya.

Hal itu dipaparkannya terkait perkembangan penanganan terorisme yang didominasi kepolisian dan lembaga terkait lain seperti BNPT dinilai belum optimal. Dicontohkannya seperti penanganan kasus teroris Santoso yang akhirnya menurunkan prajurit TNI yang berhasil memburu kelompok teroris di hutan rimba. Dijelaskannya kemampuan dan taktis penyergapan di hutan lebih dikuasai TNI sehingga dalam kasus itu, penugasan TNI cukup tepat dan efektif. Berdasarkan penggalan peristiwa ini, diharapkan menghasilkan rekomendasi. "Webinar ini bertujuan mendapatkan masukan dari akademisi dan masyarakat umum agar direkomendasikan untuk menjadi pertimbangan dalam peraturan yang sedang dibahas dan akan diterbitkan tersebut, harus ada pembagian tugas yang jelas," jelasnya.

Ia mengharapkan, masalah radikalisme dan terorisme ditangani dengan baik dan penanganan dan antisipasinya menggunakan pendekatan-pendekatan yang humanis.

Sementara Dr Adi Mansar, narasumber yang mengulik materi dari sisi hukum menjelaskan, keterlibatan TNI dalam penanganan aksi terorisme merupakan hal yang lazim atau wajar. Karena dalam UU TNI sendiri pun dijelaskan tugasnya untuk menangani aksi terorisme dan masuk operasi militer selain perang (OMSP). Ia menegaskan, tidak ada keraguan tentang kredibilitas TNI dan pelibatannya untuk mengatasi ancaman terorisme, namun diberikan dalam situasi tertentu. (RED)

HMI Komisariat Fakultas Syariah UINSU Gelar Turnamen Catur Transitif

 


     HMI Komisariat Fakultas Syariah UINSU Gelar Turnamen Catur Transitif


Medan, (IP)-HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar Turnamen Catur Transitif, di Doktor Kopi, Komplek MMTC, Jalan Willem Iskandar Medan, Kemarin.

Turnamen itu tidak hanya melibatkan mahasiswa sebagai peserta, juga masyarakat umum turut serta pada kegiatan tersebut. Turnamen yang berlangsung satu hari penuh, menerapkan sistem bebas.

Menurut Ketua Panitia, Nazwan Syahputra, kegiatan ini diinisiasi karena sepinya kegiatan akademik  dikarenakan Covid-19,  untuk sekaligus mengasah kemampuan berpikir mahasiswa.

“Kondisi Covid-19 yang terjadi saat ini, justru semakin melemahkan daya pikir mahasiswa, terhadap realitas sosial yang ada, hal ini dikarenakan kampus menghentikan kegiatan akademik lebih dari satu semester, sehingga di kalangan mahasiswa timbul kejenuhan atas kondisi saat ini”, ujar pria aktivis HMI Cabang Medan itu.

Realitas pada saat ini dengan masih adanya Covid-19, dikhawatirkan hilangnya daya kritis mahasiswa terhadap realitas sosial yang ada, kejenuhan belajar daring, sehingga interaksi sosial antarmahasiswa tidak terbangun secara baik.

“Kondisi objektif di atas inilah, akhirnya memunculkan pemikiran, turnamen dilaksanakan. Alhamdulillah peserta yang ikut di kegiatan ini bukan hanya para mahasiswa, melainkan juga masyarakat umum,” ungkapnya.

Dari antusias mengikuti turnamen catur, terangnya,  diketahui banyak potensi pemain catur kampung di Medan dan kalangan kampus yang tidak tereksplorasi secara baik. “Untuk itulah melalui turnamen ini kita mencoba mengeksplorasi pemain-pemain tersebut,” tukasnya.

Catur Olah Pikir dan Zikir

Ide dasar kegiatan mahasiswa, disambut baik Dr H Anshari Yamamah MA sebagai dosen, mubalig sekaligus pengarang buku Islam Transitif. “Langkah mahasiswa patut mendapatkan apresiasi,” bilangnya.

Sebagai senior di Kampus, lanjutnya, ide dan gagasan adik-adik mahasiswa yang berhimpun dalam wadah HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara ini sejalan dengan gagasan yang dikaji dalam Islam Transitif.

“Turnamen catur ini sejalan dengan gagasan yang dikaji dalam kaidah Islam Transitif, dimana gerak akal akan mempengaruhi gerak total produksi yang ada di alam pikiran berupa ide dan gagasan, kemudian diaktualisasi dalam bentuk konkret,” ujar dosen peneliti sosial UIN Sumut itu.

Jadi Islam Transitif, lanjut Anshari, memberikan ruang berekspresi dalam mengelaborasi pikiran-pikiran yang bersifat produktif, konstruktif, sehingga lahir temuan atau inovasi baru bagi kehidupan.

“Jadi catur ini sangat relevan dengan konsep dan gagasan yang termaktub dalam kaidah Islam Transitif, dimana akal difungsikan sebagai motorik dalam menggerakkan seluruh potensi yang ada dimaksimalitaskan sehingga bermanfaat untuk orang banyak,” ungkapnya.

Ada upaya sinergitas yang dibangun, sebut Anshari, kemampuan akal untuk berpikir dan Islam bersemayam dalam kalbu sembari berzikir. “Inilah poin penting dari kegiatan yang digagas adik-adik kampus,” tambah sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumut tersebut.

Catur Transitif ini bukan model catur Bharatayudha yang mengedepan tipuan ala Sengkuni, agar bisa memenangkan dan bersifat politis. Nilai-nilai sportivitas lebih dijunjung sebagai wujud keteladanan dalam berkompetisi, tetap menggunakan akal sebagai motoriknya.

“Harapan dari kegiatan ini, akan lahir para pemikir muda yang produktif, mampu mengaktualisasikan kemampuan akademik pada kondisi sosial yang ada, kecerdasan pemikiran tentu saja akan melahirkan manusia yang lebih produktif pada ide inovatif sekaligus ahli zikir yang baik dalam konteks ibadah,” tambah imam besar Islam Transitif itu. (Red)




Minggu, 04 Oktober 2020

PILKADA SIMALUNGUN, DPW PPP SUMUT : KADER PARTAI DIMINTA TUNGGU KEPUTUSAN RESMI

PILKADA SIMALUNGUN, DPW PPP SUMUT : KADER PARTAI DIMINTA TUNGGU KEPUTUSAN RESMI

Bendahara PPP Sumut Jonson Sihaloho didampingi pengurus lainnya saat diwawancarai wartawan, kemarin, di Kota Pematangsiantar.





Siantar, (IP)- Pasca gagalnya Cabup Amran Sinaga yg diusung PPP menjadi Calon Bupati Simalungun karena kurangnya dukungan koalisi Partai, Kader Partai di Kabupaten Simalungun diminta untuk bersabar menunggu keputusan Resmi, Dukungan Calon Bupati dan Wakil Bupati yg akan didukung oleh PPP. DPC PPP kabupaten Simalungun, PAC, dan Ranting diminta untuk bisa menahan diri, bersabar menunggu keputusan Resmi Partai.

Demikian disampaikan Bendahara DPW PPP Sumut Jonson Sihaloho, SH.i didampingi S.Nikmat Ginting, M. Haikal El Kahfi, Sawaluddin Gultom dan pengurus lainnya, di Kopi Koktong, Pematangsiantar, kemarin. Menurut Jonson, PPP secara kelembagaan  sampai akhir masa pendaftaran Istiqomah mendukung Amran Sinaga dan Ganda Manurung sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun periode 2021 - 2024. Malang, kurangnya kursi menggagalkan rencana  pencalonan dimaksud. Tapi kita kokoh sampai akhir setia dengan keputusan DPP. Ujar Jonson

Berkaitan dengan hal tersebut, Instrumen Partai terutama Pimpinan DPC dipersilahkan membangun komunikasi politik, menyerap aspirasi ummat di simalungun untuk kemudian memberikan laporan kepada DPW untuk diputuskan secara bersama pilihan terbaik yg dirasa mampu menyerap dan mengakomodir kepentingan ummat dan masyarakat Simalungun. Silahkan membangun komunikasi tetapi jangan melakukan manuver politik tertentu yg jauh dari kebutuhan ummat karena Sejauh ini DPW PPP Sumut sedang melakukan pemetaan aspirasi ummat, sedang mengkomunikasikan  berbagai isu isu keummatan dengan beberapa Calon Bupati dan Wakil Bupati. Insya Allah dalam waktu yg tidak terlalu lama, kita akan umumkan kepada Publik dukungan PPP di Kabupaten Simalungun, Ujar Jonson.

Senada dengan Jonson Sihaloho, Wakil Ketua Bappilu DPW PPP Sumut, Nuzirwan Bahri Lubis, juga mengingatkan, kepada seluruh pengurus kader di DPC Simalungun, untuk tidak coba-coba memberikan dukungan kepada salah satu calon bupati/wakil bupati di Simalungun tanpa  sepengetahuan DPW PPP Sumut. Hal ini diharapkan untuk menjaga kekompakan dan mematangkan komunikasi Politik dengan Calon Bupati yg akan didukung PPP.

Nuzirwan yg akrab dipanggil "Oyom"  ini mengharapkan pimpinan DPC PPP Simalungun menjauhkan diri dari kepentingan personal pada Pilkada Simalungun. Kita tidak boleh main-main dalam menghadapi persoalan ini, sehingga kepentingan partai itu yang harus di ke depankan. " ujar Bg. Oyom.

Dia meyakinkan, persoalan dukungan PPP Simalungun pada Pilkada Yang akan di gelar di Simalungun 9 Desember 2020 akan segera dituntaskan dengan sebaiknya. Dengan membangun komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait.(gnt)

Senin, 03 Agustus 2020

Ansari Yamamah Diberi Gelar Datuk Pandya Wangsa

Anshari Yamamah Peroleh Gelar Datuk Pandya Wangsa

Teks foto: 

Dr. H. Anshari Yamamah,MA memperoleh Gelar Datuk Pandya Wangsa, kemarin.



Medan, (IP)- Baru-baru ini Kesultanan Serdang menganugerahkan Gelar Kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi kepada dunia pendidikan, kemanusiaan, tokoh politik hingga seniman.
Di antara sejumlah tokoh penerima anugerah kehormatan tersebut, adalah tokoh pendidikan, akademisi, mubaligh dan peneliti sosiologi UIN Sumatera Utara Dr H Anshari Yamamah MA. Pemberian Gelar didasarkan pada dedikasi dan komitmen kepada dunia akademik, penelitian dan pengembangan nilai-nilai sosial serta spiritual dalam Konsep Islam Transitif.
Dalam presfektif pluralistik, modern dan visioner, dengan balutan orkestra symphoni yang menyatukan rasa dan karsa menjadi sebuah kekuatan, menghilangkan sekat-sekat primordialisme, hedonisme dan individualistik, menyatu menjadi kekuatan persaudaraan, kebangsaan dan persatuan.
“Ini merupakan Anugerah Allah SWT kepada saya dan sejumlah tokoh yang memiliki latarbelakang profesi berbeda, diberikan gelar kehormatan oleh Sultan Serdang. Ini merupakan tantangan besar untuk terus mengembangkan kemampuan ilmu dan pengetahuan, membangun kualitas hidup manusia khususnya dalam dunia pendidikan,” ujar Anshari Yamamah kepada MediadelegasiSelasa (4/8) di Medan.
Terkhusus, katanya, kepada generasi muda Melayu agar bangkit dalam pengembangan kemampuan personal menghadapi tantangan global mendatang.
Pemberian gelar kehormatan ini oleh Kesultanan Serdang, memacu setiap individu untuk terus mengasah kemampuan pengetahuan dan bermanfaat untuk masyarakat banyak.
“Pemberian Gelar Datuk Pandya Wangsa kepada saya terkhusus secara pribadi, ini merupakan start awal untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Melayu, agar mampu tampil berkontestasi baik secara sosial, ekonomi  dan politik, seperti orang menanam pohon agar tumbuh dan besar dalam kurun waktu yang lama, serta bermanfaat untuk manusia banyak”, tambah Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumbagut ini.
Pemberian Gelar Kehormatan adat Melayu ini,  disematkan langsung Sultan Serdang Tengku Ahmad Tala’a Syariful Alamsyah atau biasa di sapa Tengku Amek dalam acara kerapatan adat Kesultanan Serdang.
Dengan Pemberian Gelar adat ini, maka secara otomatis sudah menjadi bagian dari keluarga besar Kesultanan Serdang, tentu secara moralitas memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan Kesultanan.
“Kami yang sudah ditasbihkan hari ini, mulai saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan melestarikan tradisi-tradisi sebagai warisan sejarah dan budaya yang harus dikembangkan terkhusus kepada para generasi muda Melayu,” katanya.
Dikatakan, masyarakat Melayu berkontribusi besar pada sejarah perjuangan bangsa,  masyarakat Melayu memiliki peran strategis baik dalam pemerintahan dan secara politis masyarakat Melayu juga diperhitungkan.
“Inilah potensi dan sumberdaya yang harus di jaga dan di perhitungkan baik dari aspek Geo-Politik, Sosial dan cultural”, lanjut alumni Universitas Leiden ini.
Terakhir Dr Ansahari Yamamah memiliki obsesi, kiranya suatu saat di Sumatera Utara khususnya pada gelar perhelatan akbar yang menampilkan pentas budaya (haritage) masyarakat Melayu, baik seni, kuliner, fashion dengan menggusung tema adat Melayu, pemutaran film dokumenter Sejarah perjuangan masyarakat Melayu pada saat revolusi kemerdekaan dan lain-lain.
“Point pentingnya, bagaimana masyarakat dan terkhusus generasi muda Melayu ada rasa kebanggaan sebagai orang Melayu, sehingga muncul kecintaan pada seni budaya Melayu untuk terus di abadikan sebagai identitas yang membanggakan,” ujar Datuk Pandya Wangsa ini mengakhiri.(red)

Jumat, 31 Juli 2020

Perum PBI II Sembelih Qurban 2 Sapi

Prum PBI II, Tg Uban Timur Laksanakan sholad Idul Adha dan Sembelih 2 sapi

Teks Foto: 
Warga bergotong royong memotong daging qurban. Foto Agus ginting


Bintan (IP): Masyarakat Lingkungan Perumahan Permata Bintan Indah II, Kecamatan Bintan Utara, Tanjung Uban Timur, Jumat (31/7), meramaikan Mushola di sekitar melaksanakan salat Idul Adha Tahun 1441 H/ 2020 M.

Adapun petugas untuk pelaksanaan Sholad Idul Adha di kompleks prum Pbi II, Imam H. Atrianedi Tanjung, S.Pd, MBA beserta Khatib, Bilal Gufron, Protokoler Ustad Asep Mukti, S.Pd dan di bantu Oleh ketua RT 003 Iswandi Kurniawan Sebagai ketua Protokol kesehatan yang di bantu ketua Mushola At' Taubah Ustad Asep Mukti.

Ketua Musholah At'Taubah Asep Mukti menjelaskan,Hari bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia ini juga ditandai dengan penyembelihan hewan qurban sebagai pesan sejarah dari peristiwa Nabi Ibrahim as yang diperintahkan Allah SWT menyembelih anaknya Nabi Ismail as.

Masjid di Lingkungan PBI II menghadirkan Imam Ustadz  H. Atrianedi Tanjung, S.Pd, MBA dan di lanjutkan khatib nya.

Sesaat melaksanakan sholat ied dua rakaat, Ustadz Atrianedi langsung dalam khutbahnya mengajak seluruh jamaah meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menjadikan hari yang bersejarah ini sebagai teladan mendekatkan diri kepada Allah.

Sembelih Qurban

Usai salat ied, masyarakat mendatangi lokasi penyembalian hewan qurban. Penduduk PBI II menyembelih Dua ekor lembu dilaksanakan Ustad Arbiyansah dan dibantu masyarakat Perum PBI II.
Foto: 
Pengecekan suhu badan oleh tim protokol kesehatan. 


Lokasi penyembelihan qurban dilaksanakan di Simpang TPQ, tak jauh dari Mushola At'Taubah, disaksikan masyarakat dan keluarga besar pequrban. (Agus Ginting)

Minggu, 19 Juli 2020

PPM Ikut Buat Aula Koramil

 PPM Ikut Andil Gotong Royong 
Buat Aula Koramil

Teks foto: Danramil 03/ Binut Kapten Inf Suherman, Aggota Babinsa beserta Anggota PPM yang sedang Bergotong royong. Foto: Agus ramdan. Ginting.


Bintan - (IP): Danramil 03/ Bintan Utara (Binut) Kapten Inf Suherman  Mengundang organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) untuk berkerja sama membangun Gedung Aula kantor Koramil. Minggu, (19/7).

Saat memantau gotong royong ( Goro ) tim Harian Indonesia Pagi Melihat Langsung Kapten Suherman Turut serta dalam Gotong Royong tersebut.

Beliau menunjukkan kesemangatannya dalam ber gotong royong ke Anggota Koramil dan PPM, Dimana Organisasi ini dibawah naungan TNI AD.

Saat dikonfirmasi Kapten Suherman mengatakan kesimpatikannya yang  mendorong untuk membenahi kantor Koramil ini. Selain dari pada itu, kewajiban seorang Prajurit untuk membenahi kantornya sendiri. Dimana kantor Koramil bagian dari jati dirinya seorang Prajurit.

Kapten Suherman juga sangat bersukur dan berterimakasih kepada Anggota koramil yang turut andil dalam wacana pembangunan Aula tersebut. Dimana pembangunan ini mutlak inisiatifnya. Begitu juga kapten Suherman tidak lupa terhadap PPM yang Sudah membantu Tenaga untuk terwujudnya pembangunan Aula koramil ini.

Lebih jelas mengatakan, Kapten Suherman memastikan. pembanbunan ini tidak akan terwujud bila keinginan tanpa keseriusan dalam melaksanakan dibidang apa pun. Begitu juga dibidang apa pun, tanpa ada kerjasama tidak akan terwujud hasil yang sempurna. Pungkasnya. (Agus Ginting)


Danramil 03/ Bintan Utara Gotong Royong

Danramil 03/ Binut Kerahkan PPM Gotong Royong Bikin Aula Koramil
Teks foto: Danramil 03/ Binut Kapten Inf Suherman, Aggota Babinsa beserta Anggota PPM sedang Bergotong royong. Foto: Agus Ramdan


Bintan, (IP)- Danramil 03/ Bintan Utara (BNUT) Kapten Inf Suherman  Mengundang organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) untuk berkerja sama membangun Gedung Aula kantor Koramil. Minggu, (19/7).

 Saat memantau gotong royong ( Goro ) tim Mediadelegasi Melihat Langsung Kapten Suherman Turut serta dalam Goro tersebut.
Beliau menunjukkan kesemangatannya dalam ber gotong royong ke Anggota Koramil dan PPM, Dimana Organisasi ini dibawah naungan TNI AD.

Saat dikonfirmasi Kapten Suherman mengatakan kesimpatikannya yang  mendorong untuk membenahi kantor Koramil ini. Selain dari pada itu, kewajiban seorang Prajurit untuk membenahi kantornya sendiri. Dimana kantor Koramil bagian dari jati dirinya seorang Prajurit.

Kapten Suherman juga sangat bersukur dan berterimakasih kepada Anggota koramil yang turut andil dalam wacana pembangunan Aula tersebut. Dimana pembangunan ini mutlak inisiatifnya. Begitu juga kapten Suherman tidak lupa terhadap PPM yang Sudah membantu Tenaga untuk terwujudnya pembangunan Aula koramil ini.

Lebih jelas mengatakan, Kapten Suherman memastikan. pembanbunan ini tidak akan terwujud bila keinginan tanpa keseriusan dalam melaksanakan dibidang apa pun. Begitu juga dibidang apa pun, tanpa ada kerjasama tidak akan terwujud hasil yang sempurna. Pungkasnya. (Agus Ramdan)


Rabu, 08 Juli 2020

Koramil 03/Bintan Bantu Anak Yatim

Koramil 03/Bintan Utara Bagi Sembako Untuk Anak Yatim- Piatu Desa Lancang Kuning

Teks foto: Bati Tuud Pelda Achmad R Sembiring memberi sembako kepada saudara Fauzi. Foto: Agus  Ramdan Ginting

Bintan - (IP): Koramil 03/Bintan Utara melalui Bati Tuud Pelda Achmad R Sembiring memberikan bantuan sembako untuk anak Yatim Piatu di desa Lancang Kuning. Rabu (8/7).

Danramil 03/Bintan Utara Kapten Inf Suherman saat diwawancarai,  Mediadelegasi mengatakan, bantuan sembako yang diberikan ini untuk  rasa perduli kita kepada masyarakat.

"Bantuan Sembako ini juga sudah berjalan lama selain untuk kegiatan sosial ini juga merupakan program kerja Koramil." ujarnya.

Menurutnya, untuk sekarang ini anak yang bernama Ahmad Saifulloh  yang masih duduk di sekolah dasar (SD) kelas 3 ini sudah tinggal bersama orang tua asuh nya Fauzi yang merupakan adek dari almarhum orang tua nya sendiri yang hanya bekerja sebagai pencari barang bekas untuk kebutuhan sehari-hari.

" Dan ke depan nya  kita juga akan memfasilitasi Pakaian dan alat tulis sekolah yang di butuhkan Ahmad Saifulloh yang tinggal bersama orang tua asuhnya dikampung jaya pura gemilang desa lancang kuning."kata Suherman.(Agus)


Kamis, 20 Februari 2020

Viral, Kepala BPIP Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila Muhammad Soleh Tanjung ; Jangan Lah Asal Bunyi !

Viral, Kepala BPIP Disinyalir Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila

Muhammad Soleh Tanjung ; Jangan Lah Asal Bunyi !

Medan, (IP) – Viral terkait keinginan mengganti ucapan Assalamu'alaikum  menjadi salam Pancasila, Yudian Wahyudi Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) didesak untuk  tidak Asbun (asal bunyi) sebab akan membuat kegaduhan ditengah masyarakat dengan.
"Kemarin sebut agama musuh Pancasila, sekarang mau ganti pula assalamualaikum dengan salam Pancasila, Jangan bikin gaduh teruslah," ujar Wakil Sekertaris DPW PPP Sumatera Utara,  Soleh Tanjung, kepada wartawan, Jumat (21/2) usai sholat Jumat di Masjid Raya Medan.
Dijelaskan Soleh Tanjung, ucapan Assalamualaikum bagi umat Islam itu adalah salam doa keselamatan untuk semuanya. ''Dari artinya saja adalah semoga keselamatan terlimpah untukmu, kalimat ini adalah do'a dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika memberi salam artinya kita mendo'akan sesama muslim dengan kebaikan berupa keselamatan dunia akhirat, rahmat dan juga segala bentuk keberkahan dari Allah SWT,'' 
Dan itu merupakan bagian dari ibadah dalam ajaran Islam. Dan perlu diketahui bahwa warga negara dilindungi Undang-undang - undang dalam menjalankan agama dan kepercayaannya masing masing.
Selain itu juga, menurut Soleh, salam, juga dapat merekatkan persaudaraan , ukhuwah islamiyah antar sesama muslim. Ia biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah  atau tempat- tempat lainnya.
Dia menjelaskan, Secara umum, hukum mengucapkan salam adalah sunnah. Namun bagi yang mendengarnya hukum menjadi wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.
Jadi tidak perlu menurut Soleh, Yudianto merasa itu ada masalah apalagi mencoba mencari-cari cara agar ada salam untuk titik temu antara agama lainnya.
"Sebab Islam juga tidak memaksa orang lain dan agama lain menyampaikan salam Assalamu'alaikum," ujar Soleh. (Re)


Minggu, 02 Februari 2020

Seminar internasional Islam Transitif Dari Sosialisme Islam ke Total Produksi

Seminar internasional Islam Transitif

Dari Sosialisme Islam ke Total Produksi


Medan, (IP)-  TGS KH.Prof Dr. H. Saidurrahman, MAg menyatakan sudah saatnya sosialisme Islam itu digerakkan menuju gerakan total produksi, sebab, aspek sosial inilah yang menjadikan Islam mampu menapak peradaban dan membuat salah   satu   peradaban   terbaik   dunia.   Sebaliknya,   kemunduran   peradaban   Islam   adalah menjadikan   agama   ini   lebih   pada   ritualitas   ketimbang   gerakan  sosial   yakni   untukmemakmurkan bumi.
Selanjutnya gerakan sosial Islam harus mampu menghasilkan gerakan produksi atau yang disebut dengan total produksi, Total produksi dapat berarti berada pada tahapan proses atau juga hasil.
" Oleh karena  itu,  Islam  transitif  sebagaimana  yang  digagas   Dr.  Ansari  ingin  menegaskan   akan keseimbangan   dunia   dengan   akhirat   dengan   cara   memproduksi,   menghargai   dan mendistribusi keselamatan, keamanan, kedamaian adalah sebuah keniscayaan" ujar Rektor UIN Sumut TGS, Prof.Dr. H.Saidurrahman, MAg pada acara Seminar Internasional Islam Transitif, kemarin, di Hotel Garuda Plaza Medan.
Dijelaskan Rektor UIN Sumut  yang juga sekaligus Koordinator Kopertais Wil  IX Sumatera Utara, bahwa Total Produksi adalah cara untuk memperoleh kebahagiaan dan kenyamanan tidak boleh hanya dinikmati sendiri   namun  juga   bagi   semua   orang.  "Nabi   Muhammad   berpesan   sebaik-baik  manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia" ujarnya.
Pada tahapan selanjutnya, jika sosialisme Islam adalah konsep besar yang menjadi misi Islam itu sendiri, dalam Islam transitif, konsep itu diejewantahkan dalam bentuk  gerakan yang bersifat kolaboratif untuk menyatukan nilai nilai universal yang dapat diterima semua warna kulit dan bangsa.
Sedangkan misi besar Islam dengan  cara  tolong menolong  seperti sebuah orkestra yang  mana setiap pemain dengan berbagai macam alat musik bergerak sesuai dengan peran  masing-masing tanpa ada yang merasa tertinggal atau tersinggung demi untuk melahirkan sebuah nada yang indah, damai dan inspiratif.
Pada akhirnya, disampaikan Saidurrahman, pengejawantahan   Islam   untuk   memakmurkan   bumi (wasta’marakum fiha) dalam berbagai bentuk misi, teori dan aplikasi adalah hal yang harus terus dilakukan. Tidak ada satu detik dan satu jengkal tanahpun yang boleh terlewatkan tanpa seseorang   secara  sadar  mengemban   amanah   sebagai   khalifah.
Fungsi   kekhalifahan   itulah yang membuatkan harus terus bergerak secara total untuk memproduksi kebaikan kebaikan.
Imam Mazhab Islam Transitif Dr. Ansari Yamamah, MA pada kesempatan itu menegaskan, bahwa di era digitalisasi ini kita harus bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang, baik di bidang sains dan tekhnologi, pendidikan, ekonomi, politik dan lainnya.
Sehingga peradaban itu akan bisa kita ciptakan dengan gerakan total produksi. "Tanpa itu maka, kita akan selalu tertinggal," ujar Ansari Yamamah.
Ketua Panitia Seminar Internasional Suasana Nikmat Ginting, MA menyampaikan, seminar internasional ini dilakukan dengan panitia bersama 14 Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Sumut.
Kegiatan ini juga mengumpulkan para penulis yang memberikan tulisan dan solusinya diberbagai bidang kajian. Sehingga diharapkan gerakan ini menjadi secercah sinar dalam menjawab berbagai persoalan dan tantangan dalam menghadapi era industri 4.0.
Pemateri dalam seminar ini menghadirkan narasumber dari India, Dr. muhjibul Hasan Siddiqul, Brunei Darussalam, Prof. Dr. Sri Rahayu By Haji Dollah  Dari Malaysia Prof. Dr. Mohd.Roslan Mohd Nor dengan judul paper, Gerakan Radikal Islam di Malaysia dan Kesannya terhadap Imej Agama Rahmah: Diskusi Berdasarkan Gagasan Islam Transitif, serta dari UIN Syarif Hidayatullah Dr. Jamaluddin (GNT)

Sabtu, 01 Februari 2020

FKPMP Sibolga: Masinton Pasaribu Diminta Jangan Asbun


FKPMP Sibolga: Masinton Pasaribu Diminta Jangan Asbun
Medan, (IP) Ketua Umum FKPMP Sibolga - Tapteng (Forum Kemunikasi Pemuda Mahasiswa Pelajar Sibolga Tapteng) Muhammad Soleh Tanjung mengecam dan meminta anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu agar tidak Asal Bunyi (Asbun) terkait tudingannya terhadap Kabarhakam Polri Komjen Pol Agus Andrianto.
Dia menyayangkan tudingan anggota DPR RI Masinton Pasaribu kepada Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto. Masinton menuding Kabaharkam telah melakukan intervensi dalam penegakan hukum menyangkut ajudan salah satu kepala daerah di sumut.
“Menurut kami tudingan yang disampaikan Masinton Aabun dan kami nilai berpotensi membuat kegaduhan di kalangan masyarakat Sumut khususnya Kabupaten Tapteng,” ujar Soleh, kemarin.
Soleh menilai, seharusnya Masinton Pasaribu menunjukkan etika dan keterpelajarannya yang baik dalam memberikan pendapat.
“Jangan skeptis terhadap aparat penegak hukum dalam hal ini institusi Polri. Kami yakin dan percaya bahwa bapak Kabaharkam Polri mampu menjaga amanah yang diemban dengan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.
“Kami juga meminta Masinton jangan tendensius, jangan menjadi penyebar hoax. Sebab semua tudingan yang disampaikan tanpa didasari data dan fakta,” imbuhnya.
Sebab, lanjut dia, jika dicermati kembali rapat Komisi III tersebut sudah jelas pernyataan rekannya dari Sudirman Sudding yang meluruskan persoalan ini kepada Wakapolri ketika itu bahwa ini persoalan narkoba, dimana anggota brimob tersebut melakukan penangkapan terhadap terduga pengguna narkoba.
“Tapi dalam prosesnya justru polisinya yang diproses. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan bupati,” tutupnya.
Untuk itu, Soleh  minta Masinton fokus terhadap aspirasi masyarakat di dapilnya saja daripada harus menyuarakan lain-lain.
“KamiKami sampaikan juga bahwasannya bapak Kabaharkam ketika menjabat sebagai Kapolda Sumut telah berhasil merubah wajah penegakan hukum di Sumut, siapapun yang bersalah beliau tindak, tidak membeda-bedakan setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum untuk memperoleh kepastian hukum secara berkeadilan,” tandasnya.(Red)