PPP SUMUT BERGERAK BERSAMA RAKYAT--- Mau Dipublikasikan, Kami Harian_Indonesiapagi.Online Siap Hadir Untuk Anda. Terima Kasih. BUKTIKAN.....!---DIJUAL HP SECOND, MOBIL SECOND, DAN SEPEDA MOTOR SECOND MURAHHH....HUB:085837686014---MAU BERDISKUSI TENTANG JURNALIS, POLITIK DAN AGAMA HUBUNGI MAHASISWA S3 PPs UIN SUMUT SUASANA NIKMAT GINTING, MA DI NOMOR HP 081396100099---KESEHATAN ITU PALING UTAMA. JAGA KESEHATAN DENGAN MADU HITAM" SILAHKAN PASANG IKLAN BARIS ANDA DI SINI, HUB. Hp: 081396100099

Rabu, 08 Juli 2020

Koramil 03/Bintan Bantu Anak Yatim

Koramil 03/Bintan Utara Bagi Sembako Untuk Anak Yatim- Piatu Desa Lancang Kuning

Teks foto: Bati Tuud Pelda Achmad R Sembiring memberi sembako kepada saudara Fauzi. Foto: Agus  Ramdan Ginting

Bintan - (IP): Koramil 03/Bintan Utara melalui Bati Tuud Pelda Achmad R Sembiring memberikan bantuan sembako untuk anak Yatim Piatu di desa Lancang Kuning. Rabu (8/7).

Danramil 03/Bintan Utara Kapten Inf Suherman saat diwawancarai,  Mediadelegasi mengatakan, bantuan sembako yang diberikan ini untuk  rasa perduli kita kepada masyarakat.

"Bantuan Sembako ini juga sudah berjalan lama selain untuk kegiatan sosial ini juga merupakan program kerja Koramil." ujarnya.

Menurutnya, untuk sekarang ini anak yang bernama Ahmad Saifulloh  yang masih duduk di sekolah dasar (SD) kelas 3 ini sudah tinggal bersama orang tua asuh nya Fauzi yang merupakan adek dari almarhum orang tua nya sendiri yang hanya bekerja sebagai pencari barang bekas untuk kebutuhan sehari-hari.

" Dan ke depan nya  kita juga akan memfasilitasi Pakaian dan alat tulis sekolah yang di butuhkan Ahmad Saifulloh yang tinggal bersama orang tua asuhnya dikampung jaya pura gemilang desa lancang kuning."kata Suherman.(Agus)


Kamis, 20 Februari 2020

Viral, Kepala BPIP Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila Muhammad Soleh Tanjung ; Jangan Lah Asal Bunyi !

Viral, Kepala BPIP Disinyalir Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila

Muhammad Soleh Tanjung ; Jangan Lah Asal Bunyi !

Medan, (IP) – Viral terkait keinginan mengganti ucapan Assalamu'alaikum  menjadi salam Pancasila, Yudian Wahyudi Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) didesak untuk  tidak Asbun (asal bunyi) sebab akan membuat kegaduhan ditengah masyarakat dengan.
"Kemarin sebut agama musuh Pancasila, sekarang mau ganti pula assalamualaikum dengan salam Pancasila, Jangan bikin gaduh teruslah," ujar Wakil Sekertaris DPW PPP Sumatera Utara,  Soleh Tanjung, kepada wartawan, Jumat (21/2) usai sholat Jumat di Masjid Raya Medan.
Dijelaskan Soleh Tanjung, ucapan Assalamualaikum bagi umat Islam itu adalah salam doa keselamatan untuk semuanya. ''Dari artinya saja adalah semoga keselamatan terlimpah untukmu, kalimat ini adalah do'a dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika memberi salam artinya kita mendo'akan sesama muslim dengan kebaikan berupa keselamatan dunia akhirat, rahmat dan juga segala bentuk keberkahan dari Allah SWT,'' 
Dan itu merupakan bagian dari ibadah dalam ajaran Islam. Dan perlu diketahui bahwa warga negara dilindungi Undang-undang - undang dalam menjalankan agama dan kepercayaannya masing masing.
Selain itu juga, menurut Soleh, salam, juga dapat merekatkan persaudaraan , ukhuwah islamiyah antar sesama muslim. Ia biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah  atau tempat- tempat lainnya.
Dia menjelaskan, Secara umum, hukum mengucapkan salam adalah sunnah. Namun bagi yang mendengarnya hukum menjadi wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.
Jadi tidak perlu menurut Soleh, Yudianto merasa itu ada masalah apalagi mencoba mencari-cari cara agar ada salam untuk titik temu antara agama lainnya.
"Sebab Islam juga tidak memaksa orang lain dan agama lain menyampaikan salam Assalamu'alaikum," ujar Soleh. (Re)


Minggu, 02 Februari 2020

Seminar internasional Islam Transitif Dari Sosialisme Islam ke Total Produksi

Seminar internasional Islam Transitif

Dari Sosialisme Islam ke Total Produksi


Medan, (IP)-  TGS KH.Prof Dr. H. Saidurrahman, MAg menyatakan sudah saatnya sosialisme Islam itu digerakkan menuju gerakan total produksi, sebab, aspek sosial inilah yang menjadikan Islam mampu menapak peradaban dan membuat salah   satu   peradaban   terbaik   dunia.   Sebaliknya,   kemunduran   peradaban   Islam   adalah menjadikan   agama   ini   lebih   pada   ritualitas   ketimbang   gerakan  sosial   yakni   untukmemakmurkan bumi.
Selanjutnya gerakan sosial Islam harus mampu menghasilkan gerakan produksi atau yang disebut dengan total produksi, Total produksi dapat berarti berada pada tahapan proses atau juga hasil.
" Oleh karena  itu,  Islam  transitif  sebagaimana  yang  digagas   Dr.  Ansari  ingin  menegaskan   akan keseimbangan   dunia   dengan   akhirat   dengan   cara   memproduksi,   menghargai   dan mendistribusi keselamatan, keamanan, kedamaian adalah sebuah keniscayaan" ujar Rektor UIN Sumut TGS, Prof.Dr. H.Saidurrahman, MAg pada acara Seminar Internasional Islam Transitif, kemarin, di Hotel Garuda Plaza Medan.
Dijelaskan Rektor UIN Sumut  yang juga sekaligus Koordinator Kopertais Wil  IX Sumatera Utara, bahwa Total Produksi adalah cara untuk memperoleh kebahagiaan dan kenyamanan tidak boleh hanya dinikmati sendiri   namun  juga   bagi   semua   orang.  "Nabi   Muhammad   berpesan   sebaik-baik  manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia" ujarnya.
Pada tahapan selanjutnya, jika sosialisme Islam adalah konsep besar yang menjadi misi Islam itu sendiri, dalam Islam transitif, konsep itu diejewantahkan dalam bentuk  gerakan yang bersifat kolaboratif untuk menyatukan nilai nilai universal yang dapat diterima semua warna kulit dan bangsa.
Sedangkan misi besar Islam dengan  cara  tolong menolong  seperti sebuah orkestra yang  mana setiap pemain dengan berbagai macam alat musik bergerak sesuai dengan peran  masing-masing tanpa ada yang merasa tertinggal atau tersinggung demi untuk melahirkan sebuah nada yang indah, damai dan inspiratif.
Pada akhirnya, disampaikan Saidurrahman, pengejawantahan   Islam   untuk   memakmurkan   bumi (wasta’marakum fiha) dalam berbagai bentuk misi, teori dan aplikasi adalah hal yang harus terus dilakukan. Tidak ada satu detik dan satu jengkal tanahpun yang boleh terlewatkan tanpa seseorang   secara  sadar  mengemban   amanah   sebagai   khalifah.
Fungsi   kekhalifahan   itulah yang membuatkan harus terus bergerak secara total untuk memproduksi kebaikan kebaikan.
Imam Mazhab Islam Transitif Dr. Ansari Yamamah, MA pada kesempatan itu menegaskan, bahwa di era digitalisasi ini kita harus bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang, baik di bidang sains dan tekhnologi, pendidikan, ekonomi, politik dan lainnya.
Sehingga peradaban itu akan bisa kita ciptakan dengan gerakan total produksi. "Tanpa itu maka, kita akan selalu tertinggal," ujar Ansari Yamamah.
Ketua Panitia Seminar Internasional Suasana Nikmat Ginting, MA menyampaikan, seminar internasional ini dilakukan dengan panitia bersama 14 Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Sumut.
Kegiatan ini juga mengumpulkan para penulis yang memberikan tulisan dan solusinya diberbagai bidang kajian. Sehingga diharapkan gerakan ini menjadi secercah sinar dalam menjawab berbagai persoalan dan tantangan dalam menghadapi era industri 4.0.
Pemateri dalam seminar ini menghadirkan narasumber dari India, Dr. muhjibul Hasan Siddiqul, Brunei Darussalam, Prof. Dr. Sri Rahayu By Haji Dollah  Dari Malaysia Prof. Dr. Mohd.Roslan Mohd Nor dengan judul paper, Gerakan Radikal Islam di Malaysia dan Kesannya terhadap Imej Agama Rahmah: Diskusi Berdasarkan Gagasan Islam Transitif, serta dari UIN Syarif Hidayatullah Dr. Jamaluddin (GNT)

Sabtu, 01 Februari 2020

FKPMP Sibolga: Masinton Pasaribu Diminta Jangan Asbun


FKPMP Sibolga: Masinton Pasaribu Diminta Jangan Asbun
Medan, (IP) Ketua Umum FKPMP Sibolga - Tapteng (Forum Kemunikasi Pemuda Mahasiswa Pelajar Sibolga Tapteng) Muhammad Soleh Tanjung mengecam dan meminta anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu agar tidak Asal Bunyi (Asbun) terkait tudingannya terhadap Kabarhakam Polri Komjen Pol Agus Andrianto.
Dia menyayangkan tudingan anggota DPR RI Masinton Pasaribu kepada Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto. Masinton menuding Kabaharkam telah melakukan intervensi dalam penegakan hukum menyangkut ajudan salah satu kepala daerah di sumut.
“Menurut kami tudingan yang disampaikan Masinton Aabun dan kami nilai berpotensi membuat kegaduhan di kalangan masyarakat Sumut khususnya Kabupaten Tapteng,” ujar Soleh, kemarin.
Soleh menilai, seharusnya Masinton Pasaribu menunjukkan etika dan keterpelajarannya yang baik dalam memberikan pendapat.
“Jangan skeptis terhadap aparat penegak hukum dalam hal ini institusi Polri. Kami yakin dan percaya bahwa bapak Kabaharkam Polri mampu menjaga amanah yang diemban dengan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.
“Kami juga meminta Masinton jangan tendensius, jangan menjadi penyebar hoax. Sebab semua tudingan yang disampaikan tanpa didasari data dan fakta,” imbuhnya.
Sebab, lanjut dia, jika dicermati kembali rapat Komisi III tersebut sudah jelas pernyataan rekannya dari Sudirman Sudding yang meluruskan persoalan ini kepada Wakapolri ketika itu bahwa ini persoalan narkoba, dimana anggota brimob tersebut melakukan penangkapan terhadap terduga pengguna narkoba.
“Tapi dalam prosesnya justru polisinya yang diproses. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan bupati,” tutupnya.
Untuk itu, Soleh  minta Masinton fokus terhadap aspirasi masyarakat di dapilnya saja daripada harus menyuarakan lain-lain.
“KamiKami sampaikan juga bahwasannya bapak Kabaharkam ketika menjabat sebagai Kapolda Sumut telah berhasil merubah wajah penegakan hukum di Sumut, siapapun yang bersalah beliau tindak, tidak membeda-bedakan setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum untuk memperoleh kepastian hukum secara berkeadilan,” tandasnya.(Red)

Rabu, 08 Januari 2020

TOTAL PRODUKSI MEMBANGUN PERADABAN DUNIA ISLAM

SEMINAR INTERNASIONAL ISLAM TRANSITIF

TOTAL PRODUKSI MEMBANGUN PERADABAN DUNIA ISLAM

Rapat panitia seminar internasional, di Medan bersama Imam Mazhab Islam Transitif Dr.Ansari Yamamah MA, kemarin. Foto Ist

Medan, (IP)- Untuk membangun peradaban dunia Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin, maka ummat Islam harus melakukan dengan gerakan total produksi serta filsafat millineal Islam transitif.
" Untuk itulah maka kita segera mewujudkan itu dengan melakukan seminar internasional tanggal 30 Januari 2020 di Hotel  Garuda Plaza Medan, dengan menghadirkan 6 Nara sumber dari 4 negara yaitu, Negara India, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia" demikian disampaikan Dr. Ansari Yamamah, MA, Sekertaris Kopertais Wil IX Sumatera Utara didampingi Ketua Panitia Seminar Internasional Suasana Nikmat Ginting, MA, Sekertaris Syabrun Jukhoiri MA, Bendahara Panitia Roma Rezeki Nasution, SH dan panitia lainnya, di Medan, Rabu (08/1).
Lebih lanjut Asari Yamamah menjelaskan narasumber yang akan menjadi Keynote Spekear adalah dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia TGS Prof.Dr. H.Saidurrahman, MAg. Selanjutnya ada narasumber dari Universitas Islam Sultan Syarif Ali Negara Brunei Darussalam Prof.Dr.Hajjah Sri Rahayu By Haji Dollah P.hD, dari University Of Malaya, Malaysia Prof.Dr. Mohd Roslan Mohd Nor, dari Aligarglh Muslim University, India  Dr. Mujibul Hasan Siddiqui, M.A, dari Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Jamaluddin Muslimin, MA dan Dr.Ansari Yamamah, MA dari UIN Sumut/Transitif Learning Society.
Dikatakannya, seminar internasional ini diharapkan akan mampu mengeluarkan butir butir kesepakatan yang menjadi rujukan membangun peradaban dunia Islam di era digital 4.0 .
Sehingga peradaban dunia ke depan akan mampu terdepan dalam menjawab berbagai persoalan yang semakin cepat dan kompleks.
" peluang dan tantangan di era digital harus bisa dimenangkan dengan gerakan total produksi," ujar Ansari Yamamah yang juga merupakan penulis buku Islam Transitif Filsafat Millineal ini.
Ansari Yamamah juga berharap agar ini bisa membawa peradaban yang lebih baik ke depannya di Indonesia. Dan diharapkan Presiden Indonesia di bawah kepemimpinan Ir. Jokowidodo dapat menjadikan rujukan Total produksi Islam Transitif ke depannya untuk membangun peradaban Indonesia ke depannya.
Kegiatan seminar internasional ini dilakukan panitia bersama dengan 12 sekolah tinggi yang ada di Sumatera Utara yaitu, UIN Sumut, Fakultas Agama Islam UMSU, STAIJM Tanjungpura Langkat, STAI Al-Hikmah Medan, STIT Raudhatul Hasanah, STIT Alwashliyah Binjai, UISU Pematangsiantar, STAIS Darul Arafah, STAI Barumun Raya Palas, STIT Al-Hikmah Tebingtinggi, STAIS Sumatera Utara Sambu, STAI As Sunnah, STITA Al Bukhari Labuhan Batu.
Di informasikan Ansari Yamamah,  bahwa bagi yang ingin mengikuti kegiatan seminar  internasional ini agar segera mendaftar ke panitia hingga tanggal 25 Januari 2020. Silahkan menghubungi panitia dengan di WA 085837686014, sesuai persyaratan yang ditentukan.(GNT)

Kamis, 19 Desember 2019

Pilkada 2020 di Karo Ummat Islam Siap Jadi Penentu Kemenangan Bupati Ke Depan

                     Pilkada 2020 di Karo
Ummat Islam Siap Jadi Penentu Kemenangan 
                        Bupati Ke Depan


Sosialisasi UU Pesantren: Narasumber H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP diabadikan dengan peserta dan seluruh pengurus DPC PPP Kabupaten Karo, pada acara sosialisasi UU Pesantren, Kamis (19/12) , di Hotel Rudang Berastagi. Foto Ist


MEDAN, ()
Ummat Islam yang ada di Tanah Karo Simalem siap menjadi penentu kemenangan Calon Kepala Daerah (Bupati) di Tanah Karo pada Pemilu 2020 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. 
"Langkah- langkah itu adalah, kita sudah mulai membangun komunikasi dan komitmen berbagai elemen ummat Islam yang ada di Tanah Karo. Siapa pun calon yang akan memperjuangkan kepentingan Ummat khususnya di Tanah Karo maka layak diperjuangkan, dan dimenangkan" ujar Ketua PPP Kabupaten Karo S. Nikmat Ginting, MA, usai acara Sosialisasi UU Pesantren, di Hotel Rudang Berastagi, Kamis (19/12).
Menurut Nikmat Ginting, calon bupati Tanah Karo Simalem ke depan, harus memperhatikan dan memberikan keseimbangan dalam berbagai hal termasuk alokasi pembangunan baik sumberdaya manusia maupun lainnya.
Sehingga tidak terkesan ada diskriminasi khususnya persoalan bagi-bagi 'kue' pembangunan.
Sebagai contoh, adanya keluhan masyarakat yang menyatakan lembaga yang dipimpinnya tidak pernah mendapatkan perhatian dana dari Pemerintah Daerah Karo, sehingga praktis mereka bergerak dengan alokasi apa adanya dari anggota.
"Kondisi seperti ini tidak boleh terjadi ke depan, sebab, kalau itu terjadi maka ada diskriminasi antara satu dengan lainnya. Dan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai nilai keadilan yang ada di dalam Pancasila" tegas Ginting.
Diakui Nikmat Ginting yang juga mahasiswa Program Doktor UIN Sumut ini, bahwa secara kuantitas umat Islam memang tergolong sedikit, tetapi kita akan menggalang kekuatan seluruh ummat Islam dan terus membangun kebersamaan sehingga kedepannya solid mendukung satu calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah di Tanah Karo pada 2020.
" Kalau kita sudah solid, maka kita yang sedikit akan menjadi penentu kemenangan calon yang siap menerima poin-poin yang memperjuangkan kepentingan ummat yang disepakati," ujarnya.
Di sinilah kita akan menunjukkan bahwa kita ini memiliki kualitas dalam persoalan politik dan kebangsaan 
Hadir pada acara tersebut, Pamateri mewakili DPP PPP H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP, Ketua MUI Kabupaten Karo Drs.H.Fakhry Samadin Tarigan SAg, Ketua Ansor Karo Fahmi Sahuddin Tarigan MAg, Kakankemenag Karo Drs. H.Muksin Batu Bara, M.Pd, Seluruh pengurus PPP Karo.

UU Pesantren
Sementara itu narasumber mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP menjelaskan poin penting UU No 18 Tahun 2019 tentang pesantren ini adalah terbukanya peluang secara regulasi bahwa pemerintah daerah sampai pusat untuk memberikan bantuan kepada pesantren termasuk bekerjasama dengan program-program program keummatan.
Untuk untuk itu, peluang tersebut menurutnya, harus disikapi dengan baik, sebab dengan disahkannya UU pesantren ini maka diharapkan memberikan kemajuan bagi pesantren.
Usman juga sepakat akan berupaya  memperjuangkan, agar dana APBD Karo kedepannya bisa mencantumkan semisal untuk Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karo.
"Lembaga MUI menurutnya layak untuk diberikan bantuan dalam kegiatan mereka," ujarnya.(Red)



Kamis, 07 Februari 2019

DPW PPP Sumut Kutuk Keras Pemukulan Ustad Nursarianto


DPW PPP Sumut Kutuk Keras Pemukulan Ustad Nursarianto


* LBH DPW PPP Sumut Diperintahkan Beri Bantuan Hukum Bagi Ustad Korban Pemukulan

 
Medan, (IP)- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)  Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Sumut mengutuk keras aksi pemukulan ustad Nursarianto, kemarin, yang disinyalir dilakukan oleh oknum bermata cipit, di Jalan Mandailing Medan.
Akibat dari pemukulan tersebut ustad Nursarianto mengalami luka dan pendarahan. Dan itu kita anggap sebagai perlakuan yang keji, sadis dan dan melanggar hukum.
"Kita minta aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan hukum atas kasus ini. Ini bukan negara bar- bar," ujar Ketua DPW PPP Sumut Drs. Yulizar Parlagutan Lubis, MPsi, didampingi Sekertaris Jafaruddin Harahap Msi, Bendahara PPP Jonson Sihaloho SHi, dan pengurus lainnya , di Medan, Jum'at (8/2).
Menurut Ketua PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, kasus ini harus segera diproses sampai tuntas. Jangan sampai ada ustad- ustad diperlakukan keji di negara yang berdasarkan hukum. Apalagi ini dalam agenda nasional, atau tahun politik, ini bisa menciptakan situasi yang tidak  kondusif khususnya di Sumatera Utara.
"Kita akan tetap tampil di depan untuk membela para ustad yang diperlakukan tidak sesuai dengan hukum. Karena negara kita negara yang berlandaskan hukum, ingat negara ini bukan negara bar- bar" tegas Ketua PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis (Puli).
Bentuk dari kepedulian DPW PPP Sumut, menurut Yulizar Parlagutan Lubis, sudah memerintahka LBH DPW PPP Sumut agar menangani kasus pemukulan tersebut.
"Kita minta LBH DPW PPP untuk menindak lanjuti kasus tersebut," ujar Ketua DPW PPP yang akrab dipanggil Puli.
Sampai berita ini diterbitkan, pantauan wartawan, kader dan simpatisan PPP sudah menemui ustad Nursarianto dan ada yang sudah bersiaga untuk melakukan pembelaan di rumah ustad Nursarianto.
Sebab, ustad Nursarianto merupakan pengurus DPW PPP Sumut dengan  jabatan Wasek. majelis Pakar DPW PPP.
Adapun kronologis, kejadiannya  sebagaimana yang sudah dilansir media, seorang bermata sipit diduga memukul Ustad Nursarianto di Jalan Mandailing, Medan, pada Kamis (7/2), sekitar pukul 17.00. Tak terima atas perlakukan pelaku, korban melaporkan kasus ini ke Polsek Percut Sei Tuan, Medan.
Hingga Kamis malam, Nursarianto  bersama sejumlah warga masih berada di Polsek Percut Sei Tuan. Polisi  masih memproses pengaduan Nursarianto.
Namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, proses penanganan kasus ini dipindah ke Polrestabes Medan. Sumber yang layak dipercaya menyebutkan, kedua pelaku sudah diamankan petugas.
Warga Jalan Mandailing dan sekitarnya sempat berkumpul di sekitar ruko (rumah toko) milik pelaku di Jalan Pukat 1, Medan, namun pihak berwajib bertindak cepat mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diiginkan. Hingga Jumat dini hari (8/2), ratusan aparat masih berjaga-jaga di sekitar ruko tersebut.
“Tolong bantu saya,” tulis Nursarianto di akun facebook-nya. Ia juga memposting foto berpeci haji dengan luka di pelipis kiri berkucur darah.
Luka tersebut sudah divisum di RS Haji Medan sebagai pelengkap laporan ke polisi. Sejumlah kerabat dan warga tampak ikut mendampingi sang ustad selama di visum dan sepanjang diperiksa pihak penyidik polsek.
Menurut Nursarianto, sore itu ia baru saja rapat dengan guru-guru Madrasah Muhammadiyah di Jalan Mandailing, Kecamatan Bantan Timur, Medan sebagai persiapan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah.
Karena ada persyaratan yang tertinggal di rumah, dia izin pulang sebentar mengambil  berkas tersebut. Ketika melintas di Jalan Mandailing, Nursarianto melihat seorang murid madrasah NU sedang dikejar anjing milik etnis keturunan.
“Saya turun dari sepeda motor yang saya kendarai, dan menegur si pemilik hewan agar tidak melepas anjingnya secara sembarangan,” ujar Nursarianto.
Mendengar ucapan itu, si perempuan pemilik anjing menjawab, “Anda siapanya?”
“Saya manusia yang enggak tega ada anak madrasah di kejar anjing sampai ketakutan,” jawab Nursarianto.
Lalu, terjadilah adu mulut. Sejumlah warga pun coba melarai, namun si pemilik anjing makin gusar.
Sesuai sasaran pemuda setempat, Nursarianto meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). “Saya menghindar ke Jalan Mandala, tapi sepeda motor saya terpaksa ditinggal di TKP untuk menunggu suasana reda,” katanya.
Ternyata tak lama kemudian, si perempuan datang bersama seorang lelaki yang diduga anaknya,  langsung menyerang Nursarianto. Disaksikan sang ibu, lelaki bermata sipit itu memukul korban sehingga terjadi pendarahan di sekitar pelipis kanan.
Warga berharap polisi bertindak profesional menangani kasus ini sebab tindakan yang dilakukan pelaku merupakan bentuk aksi main hakim sendiri dan potret arogansi.(GNT/Net)

Selasa, 05 Februari 2019

Statemen RG Kitab Suci adalah Fiksi Dinilai Sebagai Penistaan Agama

Statemen RG Kitab Suci adalah Fiksi Dinilai Sebagai Penistaan Agama

* Dukung Upaya Penegakan Hukum

Medan, (IP)- Statemen Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung di salah satu media televisi beberapa waktu lalu semakin mendapatkan banyak kecaman, sebab, statemen RG yang mengatakan "Kitab suci adalah fiksi" dinilai sebagai tindakan penistaan agama dan dipastikan salah oleh guru besar  Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof. Dr.H Ramli Abdul Wahid

Menurut Prof. Dr.H Ramli Abdul Wahid, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara bahwa, Alquran adalah kitab suci ummat Islam yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad Saw, dan karena Alquran adalah Wahyu yang diturunkan maka Alquran tidak fiksi. Dimana pemahaman fiksi itu adalah ciptaan manusia atau sastrawan yg menulisnya. Sedangkan Alquran tidak hasil cipta dari manusia.
"statemen RG yang mengatakan kitab suci itu adalah fiksi, secara gamblang termasuk penghinaan dan penistaan terhadap agama," ujar Ramli Abdul Wahid yang juga Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut.

Namun secara kelembagaan dirinya sebagai ketua komisi fatwa di MUI Sumut akan  membawa rapat terkait ungkapan RG tersebut yang mengatakan Kitab Suci adalah Fiksi.

Bahkan ditegaskan Ramli Abdul Wahid, ungkapan RG ini dinilainya bisa mengganggu  ummat Islam ditingkat awam yang pemahamannya kurang terdepenisi dengan baik. " Hal yang mengganggu itu bisa terbangun pemahaman  tentang Alquran itu bisa jadi fiksi padahal jelas Alquran kitab suci yang diwahyukan Allah kepada Muhammad sebagai Rasulullah," ujarnya.

Dikatakan Ramli Abdul Wahid, jikalau ada orang Islam yang mengatakan Alquran sebagai kitab suci ummat Islam merupakan kitab suci fiksi, maka menurut Ramli orang tersebut  akan mendapatkan dosa besar," ujarnya.

Sementara itu Calon Anggota DPD RI asal Sumut Abdul Hakim Siagian saat ditanya terkait hal tersebut mengatakan, pertama, statemen dari RG yang mengatakan Kitab Suci adalah Fiksi itu masih dalam etik akademisi. Oleh karena ini jika dipandang dari kaca mata etik, menurutnya perlu RG ini diproses dulu dalam kerangka etik sehingga tidak kita terlalu cepat menilai salah," ujarnya.

Sedangkan yang kedua, terkait persoalan proses hukum, Abdul Hakim Siagain mendukung  upaya proses hukum yang lagi dilakukan aparat penegak hukum terhadap RG. Apalagi, terkait persoalan ini ada yang merasa dirugikan.
" Kalau proses hukum sekarang harus kita dukung supaya tuntas. Sebab ada yang merasa dirugikan dan tujuannya dari proses hukum adalah penegakan hukum, bukan politik," ujarnya.(GNT)

Sabtu, 05 Januari 2019

Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M.Psi: ” Siapa yang Bantu PPP, Allah akan Bantu Dia”


Peringatan Harlah PPP ke- 46
Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M.Psi:
” Siapa yang Bantu PPP, Allah akan Bantu Dia”

Teks foto: Ketua DPW PPP Sumut bersama pengurus lainnya serta para caleg se - Sumut, pada acara Harlah PPP ke - 46, di kantor DPW PPP Sumut, Sabtu (5/1).Ist

Medan, (IP)- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Drs. H Yulizar Palagutan Lubis M.Psi menegaskan bahwa PPP adalah partai yang didirikan para ulama dan simbol partai dibuat atas istigkhoro ulama. Untuk itu maka, siapa yang membantu dan menolong PPP maka Allah akan membantu dia yang membantu dan membesarkan partai ini.
 “Yakinlah, kalau, kita menolong partai PPP, maka Allah akan senantiasa menolong kita,” tegas Ketua DPW PPP Sumut, Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M.Psi, pada sambutan Harlah PPP ke -46, di kantor DPW PPP Sumut, Jalan Raden Saleh No 11 Medan, Sabtu malam, (05/1).
Hadir pada harlah tersebut, Sekertaris  DPW PPP Sumut, Jafaruddin Harahap, Bendahara, Jonson Sihaloho SHi, Caleg DPR RI Usman Effendi Sitorus (Ustor), Hasan Husairi Lubis (Ucen) dan pengurus DPW PPP dan Pimpinan cabang PPP se- Sumut.
 Untuk itu, lanjut Yulizar Parlagutan Lubis, pada pemilu 2019 ini, dengan menyebut nama Allah seluruh kader dan simpatisan partai PPP agar terus semangat untuk berjuang di bawah panji bendera ka’bah.
 Menurutnya, semua ujian dan gelombang yang menghantam PPP beberapa tahun ini belakangan ini merupakan cobaan. “Dan setiap kita lulus dari ujian ini maka, ada rahasia Allah yang baik akan kita raih ke depan,” ujarnya.
 Yulizar Parlagutan Lubis pada kesempataan itu juga menjelaskan, peringataan Harlah PPP ke 46 ini dilaksanakann secara sederhana dengan melakukan 2 even kegiatan, pertama dengan melakukan ziarah ke makam para pendiri dan ketua DPW PPP Sumatera Utara. Kedua, melakukan tasyakuran dengan membaca Alquran dan berdzikir di kantor DPW PPP Sumut.
Pada pemilu 2019 ini, kader dan simpatisan PPP Sumut  diminta untuk mampu memberikan penjelasan kepada masyarakat dan ummat, bahwa PPP itu hadir dan lahir dari ulama dan untuk kemaslahatan ummat.
 “Pencerahan dan penjelasan tentng PPP penting diberikan kepada masyarakat, sebab PPP satu satunya partai yang calegnya 100 halal, tidak bercampur dengan yang lainnya. Dengan sistim pemilu suara terbanyak, siapapun nanti yang terpilih calegnya maka dipastikan semua adalah muslim, kalau yang lain belum tentu,” tegasnya.
 Menurutnya, kader dan simpatisan PPP Sumut harus merasa bangga sebab, PPP satu satunya partai yang saat ini sudah dihadiri Gubsu pada acara resmi kepartaian.”ini merupakaan kado yang sangat berharga bagi PPP Sumatera Utara,” ujar Yulizar Parlagutan Lubis, yang saat ini merupakan anggota DPRD Sumut ini.
 Menurutnya, kader PPP harus bangga,karena, di partai PPP lah bisa dijumpai semua kader  dari berbagai Ormas Islam baik itu Alwashliyah, NU, Muhammadiyah, Masyumi. Bahkan di PPP bisa ditemui orang Muhammadiyah saat sholat di imami NU, ataupun sebelaiknya. “Semua bersatu dalam bingkai rumah besar PPP.
Disampaikan Yulizar Parlagutan Lubis, sambutan Ketua Umum M. Romahurmuziy pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-46 PPP secara nasional adalah mengangkat tema: “Memperkuat ‘Izzul Islam wal Muslimin untuk Indonesia Maju”.
Tema ini sengaja dipilih untuk mengembalikan kesadaran umat Islam di Indonesia, bahwa ada yang lebih penting ketimbang kontestasi Pemilu 5 tahunan yang akan berlangsung 17 April 2019 nanti, yaitu kewibawaan umat Islam, di mana persatuan menjadi inti kekuatannya. Demokrasi memungkinkan perbedaan pilihan politik umat Islam yang satu dengan yang lainnya. Namun perbedaan politik itu hendaknya tidak lantas menimbulkan sikap saling menghina, merendahkan dan memaki di antara sesama kita. Marilah dalam hal ini kita berpedoman pada sejumlah norma dalam Al-Qur’an yang merupakan panduan hidup umat Islam. (GNT)