PPP SUMUT BERGERAK BERSAMA RAKYAT--- Mau Dipublikasikan, Kami Harian_Indonesiapagi.Online Siap Hadir Untuk Anda. Terima Kasih. BUKTIKAN.....!---DIJUAL HP SECOND, MOBIL SECOND, DAN SEPEDA MOTOR SECOND MURAHHH....HUB:085837686014---MAU BERDISKUSI TENTANG JURNALIS, POLITIK DAN AGAMA HUBUNGI MAHASISWA S3 PPs UIN SUMUT SUASANA NIKMAT GINTING, MA DI NOMOR HP 081396100099---KESEHATAN ITU PALING UTAMA. JAGA KESEHATAN DENGAN MADU HITAM" SILAHKAN PASANG IKLAN BARIS ANDA DI SINI, HUB. Hp: 081396100099

Kamis, 19 Desember 2019

Pilkada 2020 di Karo Ummat Islam Siap Jadi Penentu Kemenangan Bupati Ke Depan

                     Pilkada 2020 di Karo
Ummat Islam Siap Jadi Penentu Kemenangan 
                        Bupati Ke Depan


Sosialisasi UU Pesantren: Narasumber H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP diabadikan dengan peserta dan seluruh pengurus DPC PPP Kabupaten Karo, pada acara sosialisasi UU Pesantren, Kamis (19/12) , di Hotel Rudang Berastagi. Foto Ist


MEDAN, ()
Ummat Islam yang ada di Tanah Karo Simalem siap menjadi penentu kemenangan Calon Kepala Daerah (Bupati) di Tanah Karo pada Pemilu 2020 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. 
"Langkah- langkah itu adalah, kita sudah mulai membangun komunikasi dan komitmen berbagai elemen ummat Islam yang ada di Tanah Karo. Siapa pun calon yang akan memperjuangkan kepentingan Ummat khususnya di Tanah Karo maka layak diperjuangkan, dan dimenangkan" ujar Ketua PPP Kabupaten Karo S. Nikmat Ginting, MA, usai acara Sosialisasi UU Pesantren, di Hotel Rudang Berastagi, Kamis (19/12).
Menurut Nikmat Ginting, calon bupati Tanah Karo Simalem ke depan, harus memperhatikan dan memberikan keseimbangan dalam berbagai hal termasuk alokasi pembangunan baik sumberdaya manusia maupun lainnya.
Sehingga tidak terkesan ada diskriminasi khususnya persoalan bagi-bagi 'kue' pembangunan.
Sebagai contoh, adanya keluhan masyarakat yang menyatakan lembaga yang dipimpinnya tidak pernah mendapatkan perhatian dana dari Pemerintah Daerah Karo, sehingga praktis mereka bergerak dengan alokasi apa adanya dari anggota.
"Kondisi seperti ini tidak boleh terjadi ke depan, sebab, kalau itu terjadi maka ada diskriminasi antara satu dengan lainnya. Dan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai nilai keadilan yang ada di dalam Pancasila" tegas Ginting.
Diakui Nikmat Ginting yang juga mahasiswa Program Doktor UIN Sumut ini, bahwa secara kuantitas umat Islam memang tergolong sedikit, tetapi kita akan menggalang kekuatan seluruh ummat Islam dan terus membangun kebersamaan sehingga kedepannya solid mendukung satu calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah di Tanah Karo pada 2020.
" Kalau kita sudah solid, maka kita yang sedikit akan menjadi penentu kemenangan calon yang siap menerima poin-poin yang memperjuangkan kepentingan ummat yang disepakati," ujarnya.
Di sinilah kita akan menunjukkan bahwa kita ini memiliki kualitas dalam persoalan politik dan kebangsaan 
Hadir pada acara tersebut, Pamateri mewakili DPP PPP H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP, Ketua MUI Kabupaten Karo Drs.H.Fakhry Samadin Tarigan SAg, Ketua Ansor Karo Fahmi Sahuddin Tarigan MAg, Kakankemenag Karo Drs. H.Muksin Batu Bara, M.Pd, Seluruh pengurus PPP Karo.

UU Pesantren
Sementara itu narasumber mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP menjelaskan poin penting UU No 18 Tahun 2019 tentang pesantren ini adalah terbukanya peluang secara regulasi bahwa pemerintah daerah sampai pusat untuk memberikan bantuan kepada pesantren termasuk bekerjasama dengan program-program program keummatan.
Untuk untuk itu, peluang tersebut menurutnya, harus disikapi dengan baik, sebab dengan disahkannya UU pesantren ini maka diharapkan memberikan kemajuan bagi pesantren.
Usman juga sepakat akan berupaya  memperjuangkan, agar dana APBD Karo kedepannya bisa mencantumkan semisal untuk Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karo.
"Lembaga MUI menurutnya layak untuk diberikan bantuan dalam kegiatan mereka," ujarnya.(Red)



Kamis, 07 Februari 2019

DPW PPP Sumut Kutuk Keras Pemukulan Ustad Nursarianto


DPW PPP Sumut Kutuk Keras Pemukulan Ustad Nursarianto


* LBH DPW PPP Sumut Diperintahkan Beri Bantuan Hukum Bagi Ustad Korban Pemukulan

 
Medan, (IP)- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)  Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Sumut mengutuk keras aksi pemukulan ustad Nursarianto, kemarin, yang disinyalir dilakukan oleh oknum bermata cipit, di Jalan Mandailing Medan.
Akibat dari pemukulan tersebut ustad Nursarianto mengalami luka dan pendarahan. Dan itu kita anggap sebagai perlakuan yang keji, sadis dan dan melanggar hukum.
"Kita minta aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan hukum atas kasus ini. Ini bukan negara bar- bar," ujar Ketua DPW PPP Sumut Drs. Yulizar Parlagutan Lubis, MPsi, didampingi Sekertaris Jafaruddin Harahap Msi, Bendahara PPP Jonson Sihaloho SHi, dan pengurus lainnya , di Medan, Jum'at (8/2).
Menurut Ketua PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, kasus ini harus segera diproses sampai tuntas. Jangan sampai ada ustad- ustad diperlakukan keji di negara yang berdasarkan hukum. Apalagi ini dalam agenda nasional, atau tahun politik, ini bisa menciptakan situasi yang tidak  kondusif khususnya di Sumatera Utara.
"Kita akan tetap tampil di depan untuk membela para ustad yang diperlakukan tidak sesuai dengan hukum. Karena negara kita negara yang berlandaskan hukum, ingat negara ini bukan negara bar- bar" tegas Ketua PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis (Puli).
Bentuk dari kepedulian DPW PPP Sumut, menurut Yulizar Parlagutan Lubis, sudah memerintahka LBH DPW PPP Sumut agar menangani kasus pemukulan tersebut.
"Kita minta LBH DPW PPP untuk menindak lanjuti kasus tersebut," ujar Ketua DPW PPP yang akrab dipanggil Puli.
Sampai berita ini diterbitkan, pantauan wartawan, kader dan simpatisan PPP sudah menemui ustad Nursarianto dan ada yang sudah bersiaga untuk melakukan pembelaan di rumah ustad Nursarianto.
Sebab, ustad Nursarianto merupakan pengurus DPW PPP Sumut dengan  jabatan Wasek. majelis Pakar DPW PPP.
Adapun kronologis, kejadiannya  sebagaimana yang sudah dilansir media, seorang bermata sipit diduga memukul Ustad Nursarianto di Jalan Mandailing, Medan, pada Kamis (7/2), sekitar pukul 17.00. Tak terima atas perlakukan pelaku, korban melaporkan kasus ini ke Polsek Percut Sei Tuan, Medan.
Hingga Kamis malam, Nursarianto  bersama sejumlah warga masih berada di Polsek Percut Sei Tuan. Polisi  masih memproses pengaduan Nursarianto.
Namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, proses penanganan kasus ini dipindah ke Polrestabes Medan. Sumber yang layak dipercaya menyebutkan, kedua pelaku sudah diamankan petugas.
Warga Jalan Mandailing dan sekitarnya sempat berkumpul di sekitar ruko (rumah toko) milik pelaku di Jalan Pukat 1, Medan, namun pihak berwajib bertindak cepat mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diiginkan. Hingga Jumat dini hari (8/2), ratusan aparat masih berjaga-jaga di sekitar ruko tersebut.
“Tolong bantu saya,” tulis Nursarianto di akun facebook-nya. Ia juga memposting foto berpeci haji dengan luka di pelipis kiri berkucur darah.
Luka tersebut sudah divisum di RS Haji Medan sebagai pelengkap laporan ke polisi. Sejumlah kerabat dan warga tampak ikut mendampingi sang ustad selama di visum dan sepanjang diperiksa pihak penyidik polsek.
Menurut Nursarianto, sore itu ia baru saja rapat dengan guru-guru Madrasah Muhammadiyah di Jalan Mandailing, Kecamatan Bantan Timur, Medan sebagai persiapan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah.
Karena ada persyaratan yang tertinggal di rumah, dia izin pulang sebentar mengambil  berkas tersebut. Ketika melintas di Jalan Mandailing, Nursarianto melihat seorang murid madrasah NU sedang dikejar anjing milik etnis keturunan.
“Saya turun dari sepeda motor yang saya kendarai, dan menegur si pemilik hewan agar tidak melepas anjingnya secara sembarangan,” ujar Nursarianto.
Mendengar ucapan itu, si perempuan pemilik anjing menjawab, “Anda siapanya?”
“Saya manusia yang enggak tega ada anak madrasah di kejar anjing sampai ketakutan,” jawab Nursarianto.
Lalu, terjadilah adu mulut. Sejumlah warga pun coba melarai, namun si pemilik anjing makin gusar.
Sesuai sasaran pemuda setempat, Nursarianto meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). “Saya menghindar ke Jalan Mandala, tapi sepeda motor saya terpaksa ditinggal di TKP untuk menunggu suasana reda,” katanya.
Ternyata tak lama kemudian, si perempuan datang bersama seorang lelaki yang diduga anaknya,  langsung menyerang Nursarianto. Disaksikan sang ibu, lelaki bermata sipit itu memukul korban sehingga terjadi pendarahan di sekitar pelipis kanan.
Warga berharap polisi bertindak profesional menangani kasus ini sebab tindakan yang dilakukan pelaku merupakan bentuk aksi main hakim sendiri dan potret arogansi.(GNT/Net)

Selasa, 05 Februari 2019

Statemen RG Kitab Suci adalah Fiksi Dinilai Sebagai Penistaan Agama

Statemen RG Kitab Suci adalah Fiksi Dinilai Sebagai Penistaan Agama

* Dukung Upaya Penegakan Hukum

Medan, (IP)- Statemen Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung di salah satu media televisi beberapa waktu lalu semakin mendapatkan banyak kecaman, sebab, statemen RG yang mengatakan "Kitab suci adalah fiksi" dinilai sebagai tindakan penistaan agama dan dipastikan salah oleh guru besar  Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof. Dr.H Ramli Abdul Wahid

Menurut Prof. Dr.H Ramli Abdul Wahid, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara bahwa, Alquran adalah kitab suci ummat Islam yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad Saw, dan karena Alquran adalah Wahyu yang diturunkan maka Alquran tidak fiksi. Dimana pemahaman fiksi itu adalah ciptaan manusia atau sastrawan yg menulisnya. Sedangkan Alquran tidak hasil cipta dari manusia.
"statemen RG yang mengatakan kitab suci itu adalah fiksi, secara gamblang termasuk penghinaan dan penistaan terhadap agama," ujar Ramli Abdul Wahid yang juga Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut.

Namun secara kelembagaan dirinya sebagai ketua komisi fatwa di MUI Sumut akan  membawa rapat terkait ungkapan RG tersebut yang mengatakan Kitab Suci adalah Fiksi.

Bahkan ditegaskan Ramli Abdul Wahid, ungkapan RG ini dinilainya bisa mengganggu  ummat Islam ditingkat awam yang pemahamannya kurang terdepenisi dengan baik. " Hal yang mengganggu itu bisa terbangun pemahaman  tentang Alquran itu bisa jadi fiksi padahal jelas Alquran kitab suci yang diwahyukan Allah kepada Muhammad sebagai Rasulullah," ujarnya.

Dikatakan Ramli Abdul Wahid, jikalau ada orang Islam yang mengatakan Alquran sebagai kitab suci ummat Islam merupakan kitab suci fiksi, maka menurut Ramli orang tersebut  akan mendapatkan dosa besar," ujarnya.

Sementara itu Calon Anggota DPD RI asal Sumut Abdul Hakim Siagian saat ditanya terkait hal tersebut mengatakan, pertama, statemen dari RG yang mengatakan Kitab Suci adalah Fiksi itu masih dalam etik akademisi. Oleh karena ini jika dipandang dari kaca mata etik, menurutnya perlu RG ini diproses dulu dalam kerangka etik sehingga tidak kita terlalu cepat menilai salah," ujarnya.

Sedangkan yang kedua, terkait persoalan proses hukum, Abdul Hakim Siagain mendukung  upaya proses hukum yang lagi dilakukan aparat penegak hukum terhadap RG. Apalagi, terkait persoalan ini ada yang merasa dirugikan.
" Kalau proses hukum sekarang harus kita dukung supaya tuntas. Sebab ada yang merasa dirugikan dan tujuannya dari proses hukum adalah penegakan hukum, bukan politik," ujarnya.(GNT)

Sabtu, 05 Januari 2019

Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M.Psi: ” Siapa yang Bantu PPP, Allah akan Bantu Dia”


Peringatan Harlah PPP ke- 46
Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M.Psi:
” Siapa yang Bantu PPP, Allah akan Bantu Dia”

Teks foto: Ketua DPW PPP Sumut bersama pengurus lainnya serta para caleg se - Sumut, pada acara Harlah PPP ke - 46, di kantor DPW PPP Sumut, Sabtu (5/1).Ist

Medan, (IP)- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Drs. H Yulizar Palagutan Lubis M.Psi menegaskan bahwa PPP adalah partai yang didirikan para ulama dan simbol partai dibuat atas istigkhoro ulama. Untuk itu maka, siapa yang membantu dan menolong PPP maka Allah akan membantu dia yang membantu dan membesarkan partai ini.
 “Yakinlah, kalau, kita menolong partai PPP, maka Allah akan senantiasa menolong kita,” tegas Ketua DPW PPP Sumut, Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M.Psi, pada sambutan Harlah PPP ke -46, di kantor DPW PPP Sumut, Jalan Raden Saleh No 11 Medan, Sabtu malam, (05/1).
Hadir pada harlah tersebut, Sekertaris  DPW PPP Sumut, Jafaruddin Harahap, Bendahara, Jonson Sihaloho SHi, Caleg DPR RI Usman Effendi Sitorus (Ustor), Hasan Husairi Lubis (Ucen) dan pengurus DPW PPP dan Pimpinan cabang PPP se- Sumut.
 Untuk itu, lanjut Yulizar Parlagutan Lubis, pada pemilu 2019 ini, dengan menyebut nama Allah seluruh kader dan simpatisan partai PPP agar terus semangat untuk berjuang di bawah panji bendera ka’bah.
 Menurutnya, semua ujian dan gelombang yang menghantam PPP beberapa tahun ini belakangan ini merupakan cobaan. “Dan setiap kita lulus dari ujian ini maka, ada rahasia Allah yang baik akan kita raih ke depan,” ujarnya.
 Yulizar Parlagutan Lubis pada kesempataan itu juga menjelaskan, peringataan Harlah PPP ke 46 ini dilaksanakann secara sederhana dengan melakukan 2 even kegiatan, pertama dengan melakukan ziarah ke makam para pendiri dan ketua DPW PPP Sumatera Utara. Kedua, melakukan tasyakuran dengan membaca Alquran dan berdzikir di kantor DPW PPP Sumut.
Pada pemilu 2019 ini, kader dan simpatisan PPP Sumut  diminta untuk mampu memberikan penjelasan kepada masyarakat dan ummat, bahwa PPP itu hadir dan lahir dari ulama dan untuk kemaslahatan ummat.
 “Pencerahan dan penjelasan tentng PPP penting diberikan kepada masyarakat, sebab PPP satu satunya partai yang calegnya 100 halal, tidak bercampur dengan yang lainnya. Dengan sistim pemilu suara terbanyak, siapapun nanti yang terpilih calegnya maka dipastikan semua adalah muslim, kalau yang lain belum tentu,” tegasnya.
 Menurutnya, kader dan simpatisan PPP Sumut harus merasa bangga sebab, PPP satu satunya partai yang saat ini sudah dihadiri Gubsu pada acara resmi kepartaian.”ini merupakaan kado yang sangat berharga bagi PPP Sumatera Utara,” ujar Yulizar Parlagutan Lubis, yang saat ini merupakan anggota DPRD Sumut ini.
 Menurutnya, kader PPP harus bangga,karena, di partai PPP lah bisa dijumpai semua kader  dari berbagai Ormas Islam baik itu Alwashliyah, NU, Muhammadiyah, Masyumi. Bahkan di PPP bisa ditemui orang Muhammadiyah saat sholat di imami NU, ataupun sebelaiknya. “Semua bersatu dalam bingkai rumah besar PPP.
Disampaikan Yulizar Parlagutan Lubis, sambutan Ketua Umum M. Romahurmuziy pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-46 PPP secara nasional adalah mengangkat tema: “Memperkuat ‘Izzul Islam wal Muslimin untuk Indonesia Maju”.
Tema ini sengaja dipilih untuk mengembalikan kesadaran umat Islam di Indonesia, bahwa ada yang lebih penting ketimbang kontestasi Pemilu 5 tahunan yang akan berlangsung 17 April 2019 nanti, yaitu kewibawaan umat Islam, di mana persatuan menjadi inti kekuatannya. Demokrasi memungkinkan perbedaan pilihan politik umat Islam yang satu dengan yang lainnya. Namun perbedaan politik itu hendaknya tidak lantas menimbulkan sikap saling menghina, merendahkan dan memaki di antara sesama kita. Marilah dalam hal ini kita berpedoman pada sejumlah norma dalam Al-Qur’an yang merupakan panduan hidup umat Islam. (GNT)




Selasa, 18 Desember 2018

Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara (Gemasu) Apresiasi Kapoldasu Jaga Kondusifitas

Kapoldasu Irjen Pol.Agus Andrianto saat berbaur dan menyapa langsung masyarakat Sumut, kemarin, di Medan. IST

Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara (Gemasu) Apresiasi Kapoldasu Jaga Kondusifitas

MEDAN, (IP)- Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara (Gemasu) memberikan dukungan serta apresiasi Kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto atas keberhasilannya dalam menjalankan  100 hari kerja yang pertama dengan keberanian dan nyali besar melakukan Pemberantasan Premanisme di Sumatera Utara.

"Kita salut dan bangga sejak beliau dilantik menjadi Kapolda Sumut langsung buat Gebrakan dengan seruan pemberantasan Premanisme, bahkan, langsung turun kelapangan menertibkan berbagai sarang preman seperti, terminal amplas yang selama ini sarang preman, menertibkan pos lalu lintas dan pos OKP  di trotoar jalan yang sangat mengganggu pejalan kaki. Bahkan dengan tegas menertibkan papan reklame yang semrawut," ujar  Fajri Hamonangan Harahap, Wasekjend Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Sumut (PP Gemasu), Selasa, (18/12).

Menurutnya, keberhasilan Kapolda dalam program 100 kerja pertama yang nyata dimasyarakat adalah dengan menyikat  para preman yang sering membuat keresahan dimasyarakat, bahkan sudah mengganggu kamtibmas padahal ada Polri sebagai aparat keamanan. "inilah yang mau ditegakkan Kapolda Sumut, negara harus dibuat berwibawa dan negara tidak boleh kalah dengan preman," Ujarnya.

Fajri Menambahkan, setelah berhasil menjalankan program 100 kerja yang pertama,  Kapolda terus turun ke lapangan untuk bertatap muka dengan masyarakat di bawah, mengajak kepedulian dan keinginan bersama untuk menjaga kondusifitas di daerah yang plural dan majemuk ini.

Bahkan program Kapolda ini sangat humanis dan merakyat, beliau tidak segan segan masuk ke pasar dan berbaur dengan masyarakat seperti tukang beca, bilal mayit, penggali kubur dan kaum dhuafa lainnya dan memberi tali asih, sebagai upaya mendukung tugas polri dalam menjaga kekondusifan di Sumut.

Dikatakannya, apalagi ini menjelang natal dan tahun baru serta agenda demokrasi pilpres dan pileg. Sikap yang ditunjukkan Kapoldasu sungguh sangat tepat dalam merawat dan menjaga kondusifitas. "Kapoldasu sering mengatakan dalam pilpres dan pileg, pilihan boleh beda, tapi persatuan dan kesatuan tetap dijaga. jangan mau diprovokasi, jauhkan berita fitnah dan hoax, sesungguhnya damai itu sangat indah," tegas Fajri Hamonangan Harahap yang juga Mahasiswa Unimed ini. 

Ditambahkan Fajri, Pati polri yang sudah malang melintang bertugas di bidang reserse ini, sudah mewakafkan jabatannya untuk menjaga Kamtibmas di Sumut. Namun yang terpenting saat ini  dukungan masyarakat sangat penting, sebab, tanpa dukungan masyarakat polri akan sulit menjalankan tugasnya terutama dalam memelihara Kamtibmas. Apalagi jumlah polisi dengan masyarakat sangat tidak sebanding.

Sikap yang lain yang sangat menyentuh hati bagi Fajri adalah saat beberapa waktu lalu,Kapoldasu sudah beberapa kali makan bersama dengan para tukang becak di halaman Mapoldasu dan Lapangan Merdeka sekaligus rasa syukur atas pelantikan kemarin.

Menurut saya, sikap rendah hati dan kesadaran Kapoldasu bahwa jabatan itu tidak kekal merupakan sesuatu yang pantas dicontoh. 


Sikap Kapoldasu kelahiran 16 Februari 1967  yang mengundang para Bilal mayit, dan penggali kubur, dalam mensyukuri pelantikan Kapoldasu kemarin, membuktikan sosok Pati Polri Akpol 1989 ini memiliki jiwa yang dermawan dan sangat peduli dengan masyarakat kecil.

"Semoga Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto selalu diberikan kemulian dan kesuksesan dari Allah Subhana Wata'ala. Dan diberikan kekuatan menjalankan program Kapolri melalui (Profesional,Modern dan Terpercaya) Promoter," ujar Fajri Harahap yang juga Kader HMI ini (GNT)