PPP SUMUT BERGERAK BERSAMA RAKYAT--- Mau Dipublikasikan, Kami Harian_Indonesiapagi.Online Siap Hadir Untuk Anda. Terima Kasih. BUKTIKAN.....!---DIJUAL HP SECOND, MOBIL SECOND, DAN SEPEDA MOTOR SECOND MURAHHH....HUB:085837686014---MAU BERDISKUSI TENTANG JURNALIS, POLITIK DAN AGAMA HUBUNGI MAHASISWA S3 PPs UIN SUMUT SUASANA NIKMAT GINTING, MA DI NOMOR HP 081396100099---KESEHATAN ITU PALING UTAMA. JAGA KESEHATAN DENGAN MADU HITAM" SILAHKAN PASANG IKLAN BARIS ANDA DI SINI, HUB. Hp: 081396100099

Senin, 03 Agustus 2020

Ansari Yamamah Diberi Gelar Datuk Pandya Wangsa

Anshari Yamamah Peroleh Gelar Datuk Pandya Wangsa

Teks foto: 

Dr. H. Anshari Yamamah,MA memperoleh Gelar Datuk Pandya Wangsa, kemarin.



Medan, (IP)- Baru-baru ini Kesultanan Serdang menganugerahkan Gelar Kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi kepada dunia pendidikan, kemanusiaan, tokoh politik hingga seniman.
Di antara sejumlah tokoh penerima anugerah kehormatan tersebut, adalah tokoh pendidikan, akademisi, mubaligh dan peneliti sosiologi UIN Sumatera Utara Dr H Anshari Yamamah MA. Pemberian Gelar didasarkan pada dedikasi dan komitmen kepada dunia akademik, penelitian dan pengembangan nilai-nilai sosial serta spiritual dalam Konsep Islam Transitif.
Dalam presfektif pluralistik, modern dan visioner, dengan balutan orkestra symphoni yang menyatukan rasa dan karsa menjadi sebuah kekuatan, menghilangkan sekat-sekat primordialisme, hedonisme dan individualistik, menyatu menjadi kekuatan persaudaraan, kebangsaan dan persatuan.
“Ini merupakan Anugerah Allah SWT kepada saya dan sejumlah tokoh yang memiliki latarbelakang profesi berbeda, diberikan gelar kehormatan oleh Sultan Serdang. Ini merupakan tantangan besar untuk terus mengembangkan kemampuan ilmu dan pengetahuan, membangun kualitas hidup manusia khususnya dalam dunia pendidikan,” ujar Anshari Yamamah kepada MediadelegasiSelasa (4/8) di Medan.
Terkhusus, katanya, kepada generasi muda Melayu agar bangkit dalam pengembangan kemampuan personal menghadapi tantangan global mendatang.
Pemberian gelar kehormatan ini oleh Kesultanan Serdang, memacu setiap individu untuk terus mengasah kemampuan pengetahuan dan bermanfaat untuk masyarakat banyak.
“Pemberian Gelar Datuk Pandya Wangsa kepada saya terkhusus secara pribadi, ini merupakan start awal untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Melayu, agar mampu tampil berkontestasi baik secara sosial, ekonomi  dan politik, seperti orang menanam pohon agar tumbuh dan besar dalam kurun waktu yang lama, serta bermanfaat untuk manusia banyak”, tambah Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumbagut ini.
Pemberian Gelar Kehormatan adat Melayu ini,  disematkan langsung Sultan Serdang Tengku Ahmad Tala’a Syariful Alamsyah atau biasa di sapa Tengku Amek dalam acara kerapatan adat Kesultanan Serdang.
Dengan Pemberian Gelar adat ini, maka secara otomatis sudah menjadi bagian dari keluarga besar Kesultanan Serdang, tentu secara moralitas memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan Kesultanan.
“Kami yang sudah ditasbihkan hari ini, mulai saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan melestarikan tradisi-tradisi sebagai warisan sejarah dan budaya yang harus dikembangkan terkhusus kepada para generasi muda Melayu,” katanya.
Dikatakan, masyarakat Melayu berkontribusi besar pada sejarah perjuangan bangsa,  masyarakat Melayu memiliki peran strategis baik dalam pemerintahan dan secara politis masyarakat Melayu juga diperhitungkan.
“Inilah potensi dan sumberdaya yang harus di jaga dan di perhitungkan baik dari aspek Geo-Politik, Sosial dan cultural”, lanjut alumni Universitas Leiden ini.
Terakhir Dr Ansahari Yamamah memiliki obsesi, kiranya suatu saat di Sumatera Utara khususnya pada gelar perhelatan akbar yang menampilkan pentas budaya (haritage) masyarakat Melayu, baik seni, kuliner, fashion dengan menggusung tema adat Melayu, pemutaran film dokumenter Sejarah perjuangan masyarakat Melayu pada saat revolusi kemerdekaan dan lain-lain.
“Point pentingnya, bagaimana masyarakat dan terkhusus generasi muda Melayu ada rasa kebanggaan sebagai orang Melayu, sehingga muncul kecintaan pada seni budaya Melayu untuk terus di abadikan sebagai identitas yang membanggakan,” ujar Datuk Pandya Wangsa ini mengakhiri.(red)

Jumat, 31 Juli 2020

Perum PBI II Sembelih Qurban 2 Sapi

Prum PBI II, Tg Uban Timur Laksanakan sholad Idul Adha dan Sembelih 2 sapi

Teks Foto: 
Warga bergotong royong memotong daging qurban. Foto Agus ginting


Bintan (IP): Masyarakat Lingkungan Perumahan Permata Bintan Indah II, Kecamatan Bintan Utara, Tanjung Uban Timur, Jumat (31/7), meramaikan Mushola di sekitar melaksanakan salat Idul Adha Tahun 1441 H/ 2020 M.

Adapun petugas untuk pelaksanaan Sholad Idul Adha di kompleks prum Pbi II, Imam H. Atrianedi Tanjung, S.Pd, MBA beserta Khatib, Bilal Gufron, Protokoler Ustad Asep Mukti, S.Pd dan di bantu Oleh ketua RT 003 Iswandi Kurniawan Sebagai ketua Protokol kesehatan yang di bantu ketua Mushola At' Taubah Ustad Asep Mukti.

Ketua Musholah At'Taubah Asep Mukti menjelaskan,Hari bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia ini juga ditandai dengan penyembelihan hewan qurban sebagai pesan sejarah dari peristiwa Nabi Ibrahim as yang diperintahkan Allah SWT menyembelih anaknya Nabi Ismail as.

Masjid di Lingkungan PBI II menghadirkan Imam Ustadz  H. Atrianedi Tanjung, S.Pd, MBA dan di lanjutkan khatib nya.

Sesaat melaksanakan sholat ied dua rakaat, Ustadz Atrianedi langsung dalam khutbahnya mengajak seluruh jamaah meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menjadikan hari yang bersejarah ini sebagai teladan mendekatkan diri kepada Allah.

Sembelih Qurban

Usai salat ied, masyarakat mendatangi lokasi penyembalian hewan qurban. Penduduk PBI II menyembelih Dua ekor lembu dilaksanakan Ustad Arbiyansah dan dibantu masyarakat Perum PBI II.
Foto: 
Pengecekan suhu badan oleh tim protokol kesehatan. 


Lokasi penyembelihan qurban dilaksanakan di Simpang TPQ, tak jauh dari Mushola At'Taubah, disaksikan masyarakat dan keluarga besar pequrban. (Agus Ginting)

Minggu, 19 Juli 2020

PPM Ikut Buat Aula Koramil

 PPM Ikut Andil Gotong Royong 
Buat Aula Koramil

Teks foto: Danramil 03/ Binut Kapten Inf Suherman, Aggota Babinsa beserta Anggota PPM yang sedang Bergotong royong. Foto: Agus ramdan. Ginting.


Bintan - (IP): Danramil 03/ Bintan Utara (Binut) Kapten Inf Suherman  Mengundang organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) untuk berkerja sama membangun Gedung Aula kantor Koramil. Minggu, (19/7).

Saat memantau gotong royong ( Goro ) tim Harian Indonesia Pagi Melihat Langsung Kapten Suherman Turut serta dalam Gotong Royong tersebut.

Beliau menunjukkan kesemangatannya dalam ber gotong royong ke Anggota Koramil dan PPM, Dimana Organisasi ini dibawah naungan TNI AD.

Saat dikonfirmasi Kapten Suherman mengatakan kesimpatikannya yang  mendorong untuk membenahi kantor Koramil ini. Selain dari pada itu, kewajiban seorang Prajurit untuk membenahi kantornya sendiri. Dimana kantor Koramil bagian dari jati dirinya seorang Prajurit.

Kapten Suherman juga sangat bersukur dan berterimakasih kepada Anggota koramil yang turut andil dalam wacana pembangunan Aula tersebut. Dimana pembangunan ini mutlak inisiatifnya. Begitu juga kapten Suherman tidak lupa terhadap PPM yang Sudah membantu Tenaga untuk terwujudnya pembangunan Aula koramil ini.

Lebih jelas mengatakan, Kapten Suherman memastikan. pembanbunan ini tidak akan terwujud bila keinginan tanpa keseriusan dalam melaksanakan dibidang apa pun. Begitu juga dibidang apa pun, tanpa ada kerjasama tidak akan terwujud hasil yang sempurna. Pungkasnya. (Agus Ginting)


Danramil 03/ Bintan Utara Gotong Royong

Danramil 03/ Binut Kerahkan PPM Gotong Royong Bikin Aula Koramil
Teks foto: Danramil 03/ Binut Kapten Inf Suherman, Aggota Babinsa beserta Anggota PPM sedang Bergotong royong. Foto: Agus Ramdan


Bintan, (IP)- Danramil 03/ Bintan Utara (BNUT) Kapten Inf Suherman  Mengundang organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) untuk berkerja sama membangun Gedung Aula kantor Koramil. Minggu, (19/7).

 Saat memantau gotong royong ( Goro ) tim Mediadelegasi Melihat Langsung Kapten Suherman Turut serta dalam Goro tersebut.
Beliau menunjukkan kesemangatannya dalam ber gotong royong ke Anggota Koramil dan PPM, Dimana Organisasi ini dibawah naungan TNI AD.

Saat dikonfirmasi Kapten Suherman mengatakan kesimpatikannya yang  mendorong untuk membenahi kantor Koramil ini. Selain dari pada itu, kewajiban seorang Prajurit untuk membenahi kantornya sendiri. Dimana kantor Koramil bagian dari jati dirinya seorang Prajurit.

Kapten Suherman juga sangat bersukur dan berterimakasih kepada Anggota koramil yang turut andil dalam wacana pembangunan Aula tersebut. Dimana pembangunan ini mutlak inisiatifnya. Begitu juga kapten Suherman tidak lupa terhadap PPM yang Sudah membantu Tenaga untuk terwujudnya pembangunan Aula koramil ini.

Lebih jelas mengatakan, Kapten Suherman memastikan. pembanbunan ini tidak akan terwujud bila keinginan tanpa keseriusan dalam melaksanakan dibidang apa pun. Begitu juga dibidang apa pun, tanpa ada kerjasama tidak akan terwujud hasil yang sempurna. Pungkasnya. (Agus Ramdan)


Rabu, 08 Juli 2020

Koramil 03/Bintan Bantu Anak Yatim

Koramil 03/Bintan Utara Bagi Sembako Untuk Anak Yatim- Piatu Desa Lancang Kuning

Teks foto: Bati Tuud Pelda Achmad R Sembiring memberi sembako kepada saudara Fauzi. Foto: Agus  Ramdan Ginting

Bintan - (IP): Koramil 03/Bintan Utara melalui Bati Tuud Pelda Achmad R Sembiring memberikan bantuan sembako untuk anak Yatim Piatu di desa Lancang Kuning. Rabu (8/7).

Danramil 03/Bintan Utara Kapten Inf Suherman saat diwawancarai,  Mediadelegasi mengatakan, bantuan sembako yang diberikan ini untuk  rasa perduli kita kepada masyarakat.

"Bantuan Sembako ini juga sudah berjalan lama selain untuk kegiatan sosial ini juga merupakan program kerja Koramil." ujarnya.

Menurutnya, untuk sekarang ini anak yang bernama Ahmad Saifulloh  yang masih duduk di sekolah dasar (SD) kelas 3 ini sudah tinggal bersama orang tua asuh nya Fauzi yang merupakan adek dari almarhum orang tua nya sendiri yang hanya bekerja sebagai pencari barang bekas untuk kebutuhan sehari-hari.

" Dan ke depan nya  kita juga akan memfasilitasi Pakaian dan alat tulis sekolah yang di butuhkan Ahmad Saifulloh yang tinggal bersama orang tua asuhnya dikampung jaya pura gemilang desa lancang kuning."kata Suherman.(Agus)


Kamis, 20 Februari 2020

Viral, Kepala BPIP Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila Muhammad Soleh Tanjung ; Jangan Lah Asal Bunyi !

Viral, Kepala BPIP Disinyalir Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila

Muhammad Soleh Tanjung ; Jangan Lah Asal Bunyi !

Medan, (IP) – Viral terkait keinginan mengganti ucapan Assalamu'alaikum  menjadi salam Pancasila, Yudian Wahyudi Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) didesak untuk  tidak Asbun (asal bunyi) sebab akan membuat kegaduhan ditengah masyarakat dengan.
"Kemarin sebut agama musuh Pancasila, sekarang mau ganti pula assalamualaikum dengan salam Pancasila, Jangan bikin gaduh teruslah," ujar Wakil Sekertaris DPW PPP Sumatera Utara,  Soleh Tanjung, kepada wartawan, Jumat (21/2) usai sholat Jumat di Masjid Raya Medan.
Dijelaskan Soleh Tanjung, ucapan Assalamualaikum bagi umat Islam itu adalah salam doa keselamatan untuk semuanya. ''Dari artinya saja adalah semoga keselamatan terlimpah untukmu, kalimat ini adalah do'a dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika memberi salam artinya kita mendo'akan sesama muslim dengan kebaikan berupa keselamatan dunia akhirat, rahmat dan juga segala bentuk keberkahan dari Allah SWT,'' 
Dan itu merupakan bagian dari ibadah dalam ajaran Islam. Dan perlu diketahui bahwa warga negara dilindungi Undang-undang - undang dalam menjalankan agama dan kepercayaannya masing masing.
Selain itu juga, menurut Soleh, salam, juga dapat merekatkan persaudaraan , ukhuwah islamiyah antar sesama muslim. Ia biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah  atau tempat- tempat lainnya.
Dia menjelaskan, Secara umum, hukum mengucapkan salam adalah sunnah. Namun bagi yang mendengarnya hukum menjadi wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.
Jadi tidak perlu menurut Soleh, Yudianto merasa itu ada masalah apalagi mencoba mencari-cari cara agar ada salam untuk titik temu antara agama lainnya.
"Sebab Islam juga tidak memaksa orang lain dan agama lain menyampaikan salam Assalamu'alaikum," ujar Soleh. (Re)


Minggu, 02 Februari 2020

Seminar internasional Islam Transitif Dari Sosialisme Islam ke Total Produksi

Seminar internasional Islam Transitif

Dari Sosialisme Islam ke Total Produksi


Medan, (IP)-  TGS KH.Prof Dr. H. Saidurrahman, MAg menyatakan sudah saatnya sosialisme Islam itu digerakkan menuju gerakan total produksi, sebab, aspek sosial inilah yang menjadikan Islam mampu menapak peradaban dan membuat salah   satu   peradaban   terbaik   dunia.   Sebaliknya,   kemunduran   peradaban   Islam   adalah menjadikan   agama   ini   lebih   pada   ritualitas   ketimbang   gerakan  sosial   yakni   untukmemakmurkan bumi.
Selanjutnya gerakan sosial Islam harus mampu menghasilkan gerakan produksi atau yang disebut dengan total produksi, Total produksi dapat berarti berada pada tahapan proses atau juga hasil.
" Oleh karena  itu,  Islam  transitif  sebagaimana  yang  digagas   Dr.  Ansari  ingin  menegaskan   akan keseimbangan   dunia   dengan   akhirat   dengan   cara   memproduksi,   menghargai   dan mendistribusi keselamatan, keamanan, kedamaian adalah sebuah keniscayaan" ujar Rektor UIN Sumut TGS, Prof.Dr. H.Saidurrahman, MAg pada acara Seminar Internasional Islam Transitif, kemarin, di Hotel Garuda Plaza Medan.
Dijelaskan Rektor UIN Sumut  yang juga sekaligus Koordinator Kopertais Wil  IX Sumatera Utara, bahwa Total Produksi adalah cara untuk memperoleh kebahagiaan dan kenyamanan tidak boleh hanya dinikmati sendiri   namun  juga   bagi   semua   orang.  "Nabi   Muhammad   berpesan   sebaik-baik  manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia" ujarnya.
Pada tahapan selanjutnya, jika sosialisme Islam adalah konsep besar yang menjadi misi Islam itu sendiri, dalam Islam transitif, konsep itu diejewantahkan dalam bentuk  gerakan yang bersifat kolaboratif untuk menyatukan nilai nilai universal yang dapat diterima semua warna kulit dan bangsa.
Sedangkan misi besar Islam dengan  cara  tolong menolong  seperti sebuah orkestra yang  mana setiap pemain dengan berbagai macam alat musik bergerak sesuai dengan peran  masing-masing tanpa ada yang merasa tertinggal atau tersinggung demi untuk melahirkan sebuah nada yang indah, damai dan inspiratif.
Pada akhirnya, disampaikan Saidurrahman, pengejawantahan   Islam   untuk   memakmurkan   bumi (wasta’marakum fiha) dalam berbagai bentuk misi, teori dan aplikasi adalah hal yang harus terus dilakukan. Tidak ada satu detik dan satu jengkal tanahpun yang boleh terlewatkan tanpa seseorang   secara  sadar  mengemban   amanah   sebagai   khalifah.
Fungsi   kekhalifahan   itulah yang membuatkan harus terus bergerak secara total untuk memproduksi kebaikan kebaikan.
Imam Mazhab Islam Transitif Dr. Ansari Yamamah, MA pada kesempatan itu menegaskan, bahwa di era digitalisasi ini kita harus bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang, baik di bidang sains dan tekhnologi, pendidikan, ekonomi, politik dan lainnya.
Sehingga peradaban itu akan bisa kita ciptakan dengan gerakan total produksi. "Tanpa itu maka, kita akan selalu tertinggal," ujar Ansari Yamamah.
Ketua Panitia Seminar Internasional Suasana Nikmat Ginting, MA menyampaikan, seminar internasional ini dilakukan dengan panitia bersama 14 Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Sumut.
Kegiatan ini juga mengumpulkan para penulis yang memberikan tulisan dan solusinya diberbagai bidang kajian. Sehingga diharapkan gerakan ini menjadi secercah sinar dalam menjawab berbagai persoalan dan tantangan dalam menghadapi era industri 4.0.
Pemateri dalam seminar ini menghadirkan narasumber dari India, Dr. muhjibul Hasan Siddiqul, Brunei Darussalam, Prof. Dr. Sri Rahayu By Haji Dollah  Dari Malaysia Prof. Dr. Mohd.Roslan Mohd Nor dengan judul paper, Gerakan Radikal Islam di Malaysia dan Kesannya terhadap Imej Agama Rahmah: Diskusi Berdasarkan Gagasan Islam Transitif, serta dari UIN Syarif Hidayatullah Dr. Jamaluddin (GNT)

Sabtu, 01 Februari 2020

FKPMP Sibolga: Masinton Pasaribu Diminta Jangan Asbun


FKPMP Sibolga: Masinton Pasaribu Diminta Jangan Asbun
Medan, (IP) Ketua Umum FKPMP Sibolga - Tapteng (Forum Kemunikasi Pemuda Mahasiswa Pelajar Sibolga Tapteng) Muhammad Soleh Tanjung mengecam dan meminta anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu agar tidak Asal Bunyi (Asbun) terkait tudingannya terhadap Kabarhakam Polri Komjen Pol Agus Andrianto.
Dia menyayangkan tudingan anggota DPR RI Masinton Pasaribu kepada Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto. Masinton menuding Kabaharkam telah melakukan intervensi dalam penegakan hukum menyangkut ajudan salah satu kepala daerah di sumut.
“Menurut kami tudingan yang disampaikan Masinton Aabun dan kami nilai berpotensi membuat kegaduhan di kalangan masyarakat Sumut khususnya Kabupaten Tapteng,” ujar Soleh, kemarin.
Soleh menilai, seharusnya Masinton Pasaribu menunjukkan etika dan keterpelajarannya yang baik dalam memberikan pendapat.
“Jangan skeptis terhadap aparat penegak hukum dalam hal ini institusi Polri. Kami yakin dan percaya bahwa bapak Kabaharkam Polri mampu menjaga amanah yang diemban dengan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.
“Kami juga meminta Masinton jangan tendensius, jangan menjadi penyebar hoax. Sebab semua tudingan yang disampaikan tanpa didasari data dan fakta,” imbuhnya.
Sebab, lanjut dia, jika dicermati kembali rapat Komisi III tersebut sudah jelas pernyataan rekannya dari Sudirman Sudding yang meluruskan persoalan ini kepada Wakapolri ketika itu bahwa ini persoalan narkoba, dimana anggota brimob tersebut melakukan penangkapan terhadap terduga pengguna narkoba.
“Tapi dalam prosesnya justru polisinya yang diproses. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan bupati,” tutupnya.
Untuk itu, Soleh  minta Masinton fokus terhadap aspirasi masyarakat di dapilnya saja daripada harus menyuarakan lain-lain.
“KamiKami sampaikan juga bahwasannya bapak Kabaharkam ketika menjabat sebagai Kapolda Sumut telah berhasil merubah wajah penegakan hukum di Sumut, siapapun yang bersalah beliau tindak, tidak membeda-bedakan setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum untuk memperoleh kepastian hukum secara berkeadilan,” tandasnya.(Red)

Rabu, 08 Januari 2020

TOTAL PRODUKSI MEMBANGUN PERADABAN DUNIA ISLAM

SEMINAR INTERNASIONAL ISLAM TRANSITIF

TOTAL PRODUKSI MEMBANGUN PERADABAN DUNIA ISLAM

Rapat panitia seminar internasional, di Medan bersama Imam Mazhab Islam Transitif Dr.Ansari Yamamah MA, kemarin. Foto Ist

Medan, (IP)- Untuk membangun peradaban dunia Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin, maka ummat Islam harus melakukan dengan gerakan total produksi serta filsafat millineal Islam transitif.
" Untuk itulah maka kita segera mewujudkan itu dengan melakukan seminar internasional tanggal 30 Januari 2020 di Hotel  Garuda Plaza Medan, dengan menghadirkan 6 Nara sumber dari 4 negara yaitu, Negara India, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia" demikian disampaikan Dr. Ansari Yamamah, MA, Sekertaris Kopertais Wil IX Sumatera Utara didampingi Ketua Panitia Seminar Internasional Suasana Nikmat Ginting, MA, Sekertaris Syabrun Jukhoiri MA, Bendahara Panitia Roma Rezeki Nasution, SH dan panitia lainnya, di Medan, Rabu (08/1).
Lebih lanjut Asari Yamamah menjelaskan narasumber yang akan menjadi Keynote Spekear adalah dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia TGS Prof.Dr. H.Saidurrahman, MAg. Selanjutnya ada narasumber dari Universitas Islam Sultan Syarif Ali Negara Brunei Darussalam Prof.Dr.Hajjah Sri Rahayu By Haji Dollah P.hD, dari University Of Malaya, Malaysia Prof.Dr. Mohd Roslan Mohd Nor, dari Aligarglh Muslim University, India  Dr. Mujibul Hasan Siddiqui, M.A, dari Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Jamaluddin Muslimin, MA dan Dr.Ansari Yamamah, MA dari UIN Sumut/Transitif Learning Society.
Dikatakannya, seminar internasional ini diharapkan akan mampu mengeluarkan butir butir kesepakatan yang menjadi rujukan membangun peradaban dunia Islam di era digital 4.0 .
Sehingga peradaban dunia ke depan akan mampu terdepan dalam menjawab berbagai persoalan yang semakin cepat dan kompleks.
" peluang dan tantangan di era digital harus bisa dimenangkan dengan gerakan total produksi," ujar Ansari Yamamah yang juga merupakan penulis buku Islam Transitif Filsafat Millineal ini.
Ansari Yamamah juga berharap agar ini bisa membawa peradaban yang lebih baik ke depannya di Indonesia. Dan diharapkan Presiden Indonesia di bawah kepemimpinan Ir. Jokowidodo dapat menjadikan rujukan Total produksi Islam Transitif ke depannya untuk membangun peradaban Indonesia ke depannya.
Kegiatan seminar internasional ini dilakukan panitia bersama dengan 12 sekolah tinggi yang ada di Sumatera Utara yaitu, UIN Sumut, Fakultas Agama Islam UMSU, STAIJM Tanjungpura Langkat, STAI Al-Hikmah Medan, STIT Raudhatul Hasanah, STIT Alwashliyah Binjai, UISU Pematangsiantar, STAIS Darul Arafah, STAI Barumun Raya Palas, STIT Al-Hikmah Tebingtinggi, STAIS Sumatera Utara Sambu, STAI As Sunnah, STITA Al Bukhari Labuhan Batu.
Di informasikan Ansari Yamamah,  bahwa bagi yang ingin mengikuti kegiatan seminar  internasional ini agar segera mendaftar ke panitia hingga tanggal 25 Januari 2020. Silahkan menghubungi panitia dengan di WA 085837686014, sesuai persyaratan yang ditentukan.(GNT)

Kamis, 19 Desember 2019

Pilkada 2020 di Karo Ummat Islam Siap Jadi Penentu Kemenangan Bupati Ke Depan

                     Pilkada 2020 di Karo
Ummat Islam Siap Jadi Penentu Kemenangan 
                        Bupati Ke Depan


Sosialisasi UU Pesantren: Narasumber H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP diabadikan dengan peserta dan seluruh pengurus DPC PPP Kabupaten Karo, pada acara sosialisasi UU Pesantren, Kamis (19/12) , di Hotel Rudang Berastagi. Foto Ist


MEDAN, ()
Ummat Islam yang ada di Tanah Karo Simalem siap menjadi penentu kemenangan Calon Kepala Daerah (Bupati) di Tanah Karo pada Pemilu 2020 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. 
"Langkah- langkah itu adalah, kita sudah mulai membangun komunikasi dan komitmen berbagai elemen ummat Islam yang ada di Tanah Karo. Siapa pun calon yang akan memperjuangkan kepentingan Ummat khususnya di Tanah Karo maka layak diperjuangkan, dan dimenangkan" ujar Ketua PPP Kabupaten Karo S. Nikmat Ginting, MA, usai acara Sosialisasi UU Pesantren, di Hotel Rudang Berastagi, Kamis (19/12).
Menurut Nikmat Ginting, calon bupati Tanah Karo Simalem ke depan, harus memperhatikan dan memberikan keseimbangan dalam berbagai hal termasuk alokasi pembangunan baik sumberdaya manusia maupun lainnya.
Sehingga tidak terkesan ada diskriminasi khususnya persoalan bagi-bagi 'kue' pembangunan.
Sebagai contoh, adanya keluhan masyarakat yang menyatakan lembaga yang dipimpinnya tidak pernah mendapatkan perhatian dana dari Pemerintah Daerah Karo, sehingga praktis mereka bergerak dengan alokasi apa adanya dari anggota.
"Kondisi seperti ini tidak boleh terjadi ke depan, sebab, kalau itu terjadi maka ada diskriminasi antara satu dengan lainnya. Dan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai nilai keadilan yang ada di dalam Pancasila" tegas Ginting.
Diakui Nikmat Ginting yang juga mahasiswa Program Doktor UIN Sumut ini, bahwa secara kuantitas umat Islam memang tergolong sedikit, tetapi kita akan menggalang kekuatan seluruh ummat Islam dan terus membangun kebersamaan sehingga kedepannya solid mendukung satu calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah di Tanah Karo pada 2020.
" Kalau kita sudah solid, maka kita yang sedikit akan menjadi penentu kemenangan calon yang siap menerima poin-poin yang memperjuangkan kepentingan ummat yang disepakati," ujarnya.
Di sinilah kita akan menunjukkan bahwa kita ini memiliki kualitas dalam persoalan politik dan kebangsaan 
Hadir pada acara tersebut, Pamateri mewakili DPP PPP H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP, Ketua MUI Kabupaten Karo Drs.H.Fakhry Samadin Tarigan SAg, Ketua Ansor Karo Fahmi Sahuddin Tarigan MAg, Kakankemenag Karo Drs. H.Muksin Batu Bara, M.Pd, Seluruh pengurus PPP Karo.

UU Pesantren
Sementara itu narasumber mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H.Usman Effendi Sitorus, SAg, MSP menjelaskan poin penting UU No 18 Tahun 2019 tentang pesantren ini adalah terbukanya peluang secara regulasi bahwa pemerintah daerah sampai pusat untuk memberikan bantuan kepada pesantren termasuk bekerjasama dengan program-program program keummatan.
Untuk untuk itu, peluang tersebut menurutnya, harus disikapi dengan baik, sebab dengan disahkannya UU pesantren ini maka diharapkan memberikan kemajuan bagi pesantren.
Usman juga sepakat akan berupaya  memperjuangkan, agar dana APBD Karo kedepannya bisa mencantumkan semisal untuk Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karo.
"Lembaga MUI menurutnya layak untuk diberikan bantuan dalam kegiatan mereka," ujarnya.(Red)



Kamis, 07 Februari 2019

DPW PPP Sumut Kutuk Keras Pemukulan Ustad Nursarianto


DPW PPP Sumut Kutuk Keras Pemukulan Ustad Nursarianto


* LBH DPW PPP Sumut Diperintahkan Beri Bantuan Hukum Bagi Ustad Korban Pemukulan

 
Medan, (IP)- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)  Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Sumut mengutuk keras aksi pemukulan ustad Nursarianto, kemarin, yang disinyalir dilakukan oleh oknum bermata cipit, di Jalan Mandailing Medan.
Akibat dari pemukulan tersebut ustad Nursarianto mengalami luka dan pendarahan. Dan itu kita anggap sebagai perlakuan yang keji, sadis dan dan melanggar hukum.
"Kita minta aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan hukum atas kasus ini. Ini bukan negara bar- bar," ujar Ketua DPW PPP Sumut Drs. Yulizar Parlagutan Lubis, MPsi, didampingi Sekertaris Jafaruddin Harahap Msi, Bendahara PPP Jonson Sihaloho SHi, dan pengurus lainnya , di Medan, Jum'at (8/2).
Menurut Ketua PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, kasus ini harus segera diproses sampai tuntas. Jangan sampai ada ustad- ustad diperlakukan keji di negara yang berdasarkan hukum. Apalagi ini dalam agenda nasional, atau tahun politik, ini bisa menciptakan situasi yang tidak  kondusif khususnya di Sumatera Utara.
"Kita akan tetap tampil di depan untuk membela para ustad yang diperlakukan tidak sesuai dengan hukum. Karena negara kita negara yang berlandaskan hukum, ingat negara ini bukan negara bar- bar" tegas Ketua PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis (Puli).
Bentuk dari kepedulian DPW PPP Sumut, menurut Yulizar Parlagutan Lubis, sudah memerintahka LBH DPW PPP Sumut agar menangani kasus pemukulan tersebut.
"Kita minta LBH DPW PPP untuk menindak lanjuti kasus tersebut," ujar Ketua DPW PPP yang akrab dipanggil Puli.
Sampai berita ini diterbitkan, pantauan wartawan, kader dan simpatisan PPP sudah menemui ustad Nursarianto dan ada yang sudah bersiaga untuk melakukan pembelaan di rumah ustad Nursarianto.
Sebab, ustad Nursarianto merupakan pengurus DPW PPP Sumut dengan  jabatan Wasek. majelis Pakar DPW PPP.
Adapun kronologis, kejadiannya  sebagaimana yang sudah dilansir media, seorang bermata sipit diduga memukul Ustad Nursarianto di Jalan Mandailing, Medan, pada Kamis (7/2), sekitar pukul 17.00. Tak terima atas perlakukan pelaku, korban melaporkan kasus ini ke Polsek Percut Sei Tuan, Medan.
Hingga Kamis malam, Nursarianto  bersama sejumlah warga masih berada di Polsek Percut Sei Tuan. Polisi  masih memproses pengaduan Nursarianto.
Namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, proses penanganan kasus ini dipindah ke Polrestabes Medan. Sumber yang layak dipercaya menyebutkan, kedua pelaku sudah diamankan petugas.
Warga Jalan Mandailing dan sekitarnya sempat berkumpul di sekitar ruko (rumah toko) milik pelaku di Jalan Pukat 1, Medan, namun pihak berwajib bertindak cepat mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diiginkan. Hingga Jumat dini hari (8/2), ratusan aparat masih berjaga-jaga di sekitar ruko tersebut.
“Tolong bantu saya,” tulis Nursarianto di akun facebook-nya. Ia juga memposting foto berpeci haji dengan luka di pelipis kiri berkucur darah.
Luka tersebut sudah divisum di RS Haji Medan sebagai pelengkap laporan ke polisi. Sejumlah kerabat dan warga tampak ikut mendampingi sang ustad selama di visum dan sepanjang diperiksa pihak penyidik polsek.
Menurut Nursarianto, sore itu ia baru saja rapat dengan guru-guru Madrasah Muhammadiyah di Jalan Mandailing, Kecamatan Bantan Timur, Medan sebagai persiapan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah.
Karena ada persyaratan yang tertinggal di rumah, dia izin pulang sebentar mengambil  berkas tersebut. Ketika melintas di Jalan Mandailing, Nursarianto melihat seorang murid madrasah NU sedang dikejar anjing milik etnis keturunan.
“Saya turun dari sepeda motor yang saya kendarai, dan menegur si pemilik hewan agar tidak melepas anjingnya secara sembarangan,” ujar Nursarianto.
Mendengar ucapan itu, si perempuan pemilik anjing menjawab, “Anda siapanya?”
“Saya manusia yang enggak tega ada anak madrasah di kejar anjing sampai ketakutan,” jawab Nursarianto.
Lalu, terjadilah adu mulut. Sejumlah warga pun coba melarai, namun si pemilik anjing makin gusar.
Sesuai sasaran pemuda setempat, Nursarianto meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). “Saya menghindar ke Jalan Mandala, tapi sepeda motor saya terpaksa ditinggal di TKP untuk menunggu suasana reda,” katanya.
Ternyata tak lama kemudian, si perempuan datang bersama seorang lelaki yang diduga anaknya,  langsung menyerang Nursarianto. Disaksikan sang ibu, lelaki bermata sipit itu memukul korban sehingga terjadi pendarahan di sekitar pelipis kanan.
Warga berharap polisi bertindak profesional menangani kasus ini sebab tindakan yang dilakukan pelaku merupakan bentuk aksi main hakim sendiri dan potret arogansi.(GNT/Net)